TINTA INFORMASI, LAMPUNG – Drama dugaan skandal penggerebekan di hotel mewah yang menyenggol oknum anggota DPRD Kota Bandar Lampung, EH, akhirnya pecah juga. Isu panas yang tadinya cuma jadi bahan bisik-bisik tetangga dan bahan “gorengan” netizen di media sosial kini resmi berpindah lapak ke meja polisi. GS, suami dari JA, mengambil langkah drastis dengan resmi melayangkan laporan ke Polda Lampung lewat laporan berregister LP/B/624/VIII/2026/SPKT/POLDA LAMPUNG.
Laporan bertanggal 18 Agustus 2026 ini ibarat menyiram bensin ke dalam bara api—langsung merontokkan anggapan bahwa kasus dugaan peristiwa di hotel kawasan Mall Boemi Kedaton ini cuma angin lalu.
Saat dikonfirmasi media, GS memilih irit bicara namun langsung menohok target. “Ya benar,” cetusnya singkat. Ia sengaja menyimpan rapat kronologi lengkapnya sembari memantau iktikad baik penyelesaian internal partai sebelum membuka seluruh kartu kartunya ke publik.
Namun, mengurai benang kusut ini ternyata tak sesederhana membalikkan telapak tangan. Nama SN, anggota dewan perempuan yang sempat diseret-seret dalam gosip penggerebekan di Hotel Radisson, langsung pasang badan dan tak terima.
Melalui kuasa hukumnya, Hanafi Sampurna, SN menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berada di lokasi kejadian karena sedang terbaring sakit di rumah—lengkap dengan ‘ijazah’ alias surat keterangan medis dari RS Immanuel serta rekaman CCTV.
Merasa nama baiknya diinjak-injak, SN balik menyerang dengan melaporkan dua akun TikTok (@melanniati dan @ngopisosial) ke polda.
Saling Tangkis dan Saling Lapor di Pusaran Skandal
Di saat bola panas makin liar, Badan Kehormatan (BK) DPRD Bandar Lampung ikut pasang perisai. Sang Ketua BK, Yuhadi, pasang dada dan mengklaim bahwa berdasarkan penelusuran internal, tuduhan penggerebekan terhadap SN itu murni isapan jempol belaka.
Namun, pembelaan tersebut jelas belum cukup membendung rasa penasaran publik, apalagi laporan polisi oleh GS terhadap EH sudah terdaftar resmi.
Melihat kadernya terseret masalah pelik, DPD PAN Kota Bandar Lampung tempat EH bernaung mulai kebakaran jenggot. Sang Ketua DPD, Firmansyah Y. Alfian, menegaskan partainya tak mau gegabah namun tetap memasang sikap tegas. PAN berjanji akan segera menggelar sidang klarifikasi resmi begitu EH pulang dari “dinas” luar kota.
Perkara ini kini berubah menjadi teka-teki silang yang makin rumit: ada laporan dugaan skandal, ada aksi balik melaporkan akun media sosial, ada pembelaan dari lembaga dewan, dan ada partai yang sibuk menyiapkan panggung panggilan.
Satu-satunya potongan puzzle yang masih hilang adalah suara langsung dari EH sendiri yang hingga saat ini memilih main petak sempet dan belum memberikan klarifikasi.
Pemain Misterius EH sampai detik ini bagai ditelan bumi—upaya konfirmasi wartawan via telepon maupun pesan WhatsApp hanya melintas tanpa balasan.
Kini publik tinggal menunggu kelanjutan lakon ini. Apakah laporan GS akan menguap begitu saja di bawah karpet penyelesaian internal partai, atau justru bertransformasi menjadi proses hukum terbuka yang membongkar “dosa” dan fakta sebenarnya di balik pintu hotel? Yang jelas, drama ini bukan lagi sekadar konten media sosial—sebab saat stempel polisi sudah mendarat, siap-siap saja ada yang bakal gigit jari saat tirai kebenaran dibuka! (red)
