Scroll untuk baca artikel
Banner Top Up Produk Digital
Daerah

JMSI Lampung Ingatkan Mitigasi Konflik Satwa Liar Pasca Kebakaran TNWK

34
×

JMSI Lampung Ingatkan Mitigasi Konflik Satwa Liar Pasca Kebakaran TNWK

Sebarkan artikel ini
JMSI Lampung Ingatkan Mitigasi Konflik Satwa Liar Pasca Kebakaran TNWK

TINTA INFORMASI, BANDAR LAMPUNG – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pengurus Daerah Lampung mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah berbatasan dengan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk meningkatkan kewaspadaan pasca kebakaran yang menghanguskan sekitar 673 hektare kawasan konservasi tersebut.

Meski kobaran api telah berhasil dipadamkan, potensi munculnya persoalan baru tetap perlu diantisipasi. Salah satunya kemungkinan satwa liar keluar dari habitatnya untuk mencari tempat berlindung atau sumber makanan dan air yang lebih aman.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Sekretaris JMSI Provinsi Lampung, Anton Kurniawan, meminta pemerintah daerah serta perangkat pemerintahan di wilayah yang berbatasan dengan TNWK mengambil langkah mitigasi guna mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa.

“Kepada Pemkab, lurah, kepala lingkungan, RT/RW dan lain-lain yang wilayahnya berbatasan dengan TNWK sudah harus mewaspadai dan mengambil langkah-langkah mitigasi agar tidak terjadi sesuatu dan lain hal yang dapat merugikan banyak pihak, baik manusia maupun hewan itu sendiri,” ujar Anton, Minggu (23/8/2026).

Menurut Anton, kebakaran di kawasan konservasi TNWK harus menjadi perhatian serius pemerintah. Selain menyebabkan kerusakan vegetasi, kebakaran juga berpotensi mengganggu habitat berbagai jenis satwa liar yang selama ini bergantung pada kawasan tersebut.

Baca juga:  Komisi V DPR RI Tinjau Kinerja Sektor Transportasi di Sorong Papua Barat Daya

“Ini harus menjadi perhatian serius karena mengancam habitat satwa, vegetasi, serta berpotensi memunculkan konflik dengan masyarakat,” katanya.

Anton menilai, peristiwa tersebut juga perlu menjadi bahan evaluasi bagi pihak berwenang dalam pengelolaan kawasan konservasi. Menurutnya, aspek keamanan dan keselamatan kawasan harus menjadi perhatian, terutama dalam menghadapi ancaman kebakaran yang dapat terjadi saat musim kemarau.

Ia mengatakan, kondisi musim kemarau beserta potensi kebakaran yang berulang seharusnya dapat diantisipasi lebih awal melalui sistem pencegahan dan kesiapsiagaan yang lebih baik.

Karena itu, Anton menyayangkan terjadinya kebakaran yang berdampak terhadap ratusan hektare kawasan TNWK. Ia meminta peristiwa tersebut diselidiki secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Kasus kebakaran ini perlu diselidiki oleh aparatur yang berwenang mengapa bisa terjadi. Apakah murni karena panasnya kemarau, karena kelalaian, atau ada unsur kesengajaan tangan-tangan jahil yang membuang puntung rokok atau membakar sampah dan lain-lain. Kalau memang ada kelalaian dan unsur kesengajaan, siapapun yang bertanggung jawab harus disanksi tegas,” tegasnya.

Baca juga:  Sekda Tubaba Ajak Media Bangun Branding Positif Daerah untuk Dorong Pariwisata

Diketahui, kebakaran melanda kawasan TNWK sejak Jumat (21/8/2026). Berdasarkan pendataan sementara, luas kawasan yang terdampak mencapai sekitar 673 hektare.

Humas TNWK, Syaiful Bakir, mengatakan api saat ini telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

ADVERTISEMENT

“Sudah padam, namun tetap dipantau oleh petugas TNWK, dikhawatirkan masih ada bara yang memicu api,” ujar Syaiful, Minggu (23/8/2026).

Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, mengatakan pihaknya menduga kebakaran tersebut sengaja dipicu oleh pihak tertentu. Dugaan tersebut didasarkan pada pola kejadian kebakaran yang pernah terjadi di kawasan TNWK pada tahun-tahun sebelumnya.

“Penyebab kebakaran diduga sengaja dibakar seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Zaidi.

ADVERTISEMENT

Namun, pihak Balai TNWK belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai pihak yang diduga melakukan pembakaran maupun motif di balik kejadian tersebut.

Di tengah proses pemulihan pascakebakaran, kewaspadaan masyarakat di sekitar kawasan TNWK dinilai penting. Pemantauan terhadap pergerakan satwa dan kondisi kawasan perlu dilakukan secara bersama-sama agar dampak kebakaran tidak berkembang menjadi persoalan baru, khususnya konflik antara satwa liar dengan masyarakat di wilayah perbatasan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™