Scroll untuk baca artikel
Banner Top Up Produk Digital
AdvetorialBeritaLampung SelatanSosial Budaya

Ribuan Warga hingga Wisatawan Italia Tumpah Ruah di Ngaben Massal Balinuraga

43
×

Ribuan Warga hingga Wisatawan Italia Tumpah Ruah di Ngaben Massal Balinuraga

Sebarkan artikel ini
Ribuan Warga hingga Wisatawan Italia Tumpah Ruah di Ngaben Massal Balinuraga

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN – Lautan manusia memenuhi Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (7/8/2026). Puluhan ribu warga dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara, berdatangan untuk menyaksikan puncak prosesi Ngaben Massal Balinuraga 2026, sebuah tradisi keagamaan Hindu yang digelar secara besar-besaran dan sarat nilai spiritual serta gotong royong.

Kerumunan tidak hanya datang dari berbagai wilayah di Lampung. Masyarakat dari Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Jakarta hingga Bali turut memadati Balinuraga.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Di antara ribuan pengunjung tersebut, tampak Mirco, wisatawan asal Italia yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung prosesi Ngaben Massal. Ia mengaku selalu menyempatkan diri mengunjungi Balinuraga setiap kali berada di Indonesia.

Setelah sebelumnya menyaksikan perayaan Ogoh-ogoh, tahun ini Mirco akhirnya berkesempatan melihat langsung rangkaian Ngaben Massal.

“Saya senang berada di sini. Orang-orangnya ramah dan selalu tersenyum. Di Italia tidak ada tradisi seperti ini. Saya sangat mencintai budaya Indonesia,” ujar Mirco.

Bagi Mirco, apa yang berlangsung di Balinuraga bukan sekadar sebuah ritual keagamaan. Ia melihat prosesi tersebut sebagai pengalaman budaya yang memperlihatkan bagaimana tradisi, kehidupan sosial, dan semangat kebersamaan masih berjalan beriringan.

Antusiasme serupa dirasakan Dewi, pengunjung asal Jakarta. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung prosesi Ngaben Massal dan sebelumnya mengira tradisi tersebut hanya dapat ditemui di Bali.

“Awalnya saya pikir prosesi Ngaben seperti ini hanya ada di Bali. Ternyata di Lampung Selatan juga ada dan menurut saya luar biasa,” kata Dewi.

Menurutnya, pelaksanaan Ngaben Massal di Balinuraga menunjukkan bahwa kekayaan budaya Hindu tidak hanya berkembang di Pulau Bali. Tradisi tersebut juga hidup dan dipelihara masyarakat di daerah lain.

“Budaya seperti ini sangat positif karena menunjukkan kebersamaan tanpa memandang perbedaan. Saya senang sekali bisa menyaksikannya secara langsung,” ujarnya.

Bagi sebagian peserta, kedatangan ke Balinuraga bukan sekadar untuk melihat kemegahan prosesi. Ada pula yang datang untuk menjalankan kewajiban adat sekaligus memberikan penghormatan kepada keluarga.

Artini, warga Nusa Penida, Bali, misalnya, sengaja datang langsung ke Balinuraga untuk mengikuti prosesi sekaligus mendoakan anggota keluarganya.

“Saya datang langsung dari Nusa Penida untuk mengikuti prosesi Ngaben Massal dan mendoakan saudara-saudara saya yang ada di sini,” tuturnya.

Sementara bagi umat Hindu yang mengikuti prosesi, pelaksanaan secara massal memberikan manfaat tersendiri. Selain memperkuat kebersamaan, mekanisme tersebut dinilai membuat pelaksanaan upacara menjadi lebih ringan.

Hal itu disampaikan Wayan Sudarto, peserta asal Kabupaten Mesuji. Menurutnya, seluruh rangkaian Ngaben Massal dikelola secara bersama oleh desa adat sehingga peserta tidak harus menanggung seluruh beban pelaksanaan secara sendiri-sendiri.

“Di sini masyarakatnya kompak. Prosesi Ngaben Massal sudah ditangani oleh desa adat sehingga kami merasa lebih mudah. Karena dilaksanakan secara massal, biayanya juga lebih ringan,” kata Wayan.

Pelaksanaan Ngaben Massal di Balinuraga pada akhirnya mempertemukan banyak orang dalam satu ruang budaya. Warga lokal, peserta dari luar daerah, hingga wisatawan mancanegara hadir dengan latar belakang dan kepentingan yang berbeda.

ADVERTISEMENT

Bagi masyarakat Hindu, prosesi tersebut merupakan bagian penting dari pelaksanaan tradisi dan kehidupan spiritual. Sementara bagi pengunjung, momentum itu menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya yang selama ini mungkin hanya mereka lihat dari buku, layar televisi, atau media sosial.

Pemandangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Balinuraga memiliki kekayaan budaya yang berpotensi memperkuat daya tarik wisata budaya Lampung Selatan.

Namun, di balik kemegahan prosesi dan ramainya pengunjung, kekuatan utama Ngaben Massal tetap berada pada masyarakat yang menjaga tradisi tersebut. Gotong royong, kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, serta keterlibatan warga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upacara.

ADVERTISEMENT

Dari Balinuraga, tradisi itu kemudian menjadi sebuah perjumpaan lintas daerah bahkan lintas negara.

Puluhan ribu orang yang hadir bukan hanya menyaksikan sebuah prosesi keagamaan, tetapi juga melihat bagaimana sebuah tradisi tetap hidup ketika masyarakatnya terus menjaga, menjalankan, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Ngaben Massal Balinuraga pun tidak berhenti sebagai agenda adat tahunan. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah dan wisatawan asing memperlihatkan bahwa tradisi tersebut telah menjadi salah satu wajah kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Lampung Selatan. (rs/adv)

Baca juga:  Pemkab Lampung Selatan Raih Penghargaan Terbaik Penggerak Koperasi KDKMP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™