Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerahTanggamus

Masuki Oktober, Pemkab Tanggamus Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Banjir hingga Karhutla

35
×

Masuki Oktober, Pemkab Tanggamus Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Banjir hingga Karhutla

Sebarkan artikel ini
Masuki Oktober, Pemkab Tanggamus Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Banjir hingga Karhutla

TINTA INFORMASI, TANGGAMUS — Pemerintah Kabupaten Tanggamus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring memasuki Oktober 2026. Ancaman tersebut meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pesan kewaspadaan itu disampaikan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., dalam amanat Apel Senin pagi yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus Ir. Suaidi, M.M., selaku inspektur upacara di Lapangan Kabupaten Tanggamus, Senin (5/10/2026).

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Dalam amanat tersebut, Bupati mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan yang diperkirakan terjadi lebih cepat pada Oktober berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kondisi geografis Kabupaten Tanggamus yang memiliki banyak kawasan perbukitan curam serta jaringan aliran anak sungai membuat sejumlah wilayah rentan mengalami banjir maupun tanah longsor.

“Kondisi ini menuntut perhatian serius dan kesiapsiagaan penuh dari kita semua,” tegas Saleh Asnawi.

Untuk mengantisipasi kemungkinan bencana, Bupati meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan para camat yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat Multi Sektor meningkatkan kesiapan personel, peralatan, hingga jalur komunikasi.

Kesiapsiagaan tersebut diminta berjalan selama 24 jam, sehingga pemerintah dapat segera merespons apabila terjadi bencana di wilayah Tanggamus.

Selain itu, camat, kepala pekon, dan lurah diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi terutama diarahkan kepada warga yang tinggal di kawasan lereng perbukitan, bantaran sungai, serta lokasi yang memiliki potensi longsor.

Pemkab Tanggamus juga mendorong masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong dengan membersihkan saluran air, drainase, aliran anak sungai, dan lingkungan sekitar.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi tumpukan sampah maupun material lain yang dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir.

Pemkab Tanggamus Waspadai Ancaman Karhutla

Selain potensi bencana akibat peningkatan curah hujan, Pemkab Tanggamus juga meminta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Bupati meminta Dinas Pemadam Kebakaran memastikan kesiapan personel, kendaraan pemadam, peralatan pendukung, sumber air, sistem komunikasi, serta mekanisme respons cepat.

“Jangan menunggu kebakaran menjadi besar baru kita bergerak,” kata Saleh Asnawi.

Menurutnya, kecepatan menerima laporan dan melakukan penanganan awal menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas serta menekan potensi kerugian.

Bupati juga menyoroti perkembangan titik panas berdasarkan Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan.

Berdasarkan pemantauan satelit di Provinsi Lampung pada 30 September 2026, tercatat sebanyak 325 titik panas, dengan dua titik panas terdeteksi di Kabupaten Tanggamus.

Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa keberadaan hotspot tidak secara otomatis menunjukkan telah terjadi kebakaran.

“Titik panas atau hotspot tidak selalu berarti telah terjadi kebakaran,” jelasnya.

Hotspot merupakan indikasi anomali panas yang terdeteksi oleh satelit. Karena itu, setiap temuan tetap perlu ditindaklanjuti melalui pengecekan dan verifikasi langsung di lapangan.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Untuk memastikan potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini, jajaran Damkar, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan dan pekon, serta pihak terkait diminta aktif memantau informasi SiPongi dan perkembangan cuaca dari BMKG.

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka dan membersihkan lahan dengan metode pembakaran.

Imbauan tersebut menjadi semakin penting ketika kondisi cuaca kembali panas dan kering, karena aktivitas pembakaran dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

“Turunnya hujan tidak boleh membuat kewaspadaan kita menurun,” tegasnya.

Karena itu, seluruh jajaran pemerintah diminta terus menyampaikan pesan kewaspadaan kepada masyarakat. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran lahan, kepulan asap, maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi tidak terkendali.

Menutup amanatnya, Bupati Tanggamus menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemadam Kebakaran dan seluruh petugas lapangan yang selama ini berada di garis depan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia meminta seluruh petugas tetap mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas, sekaligus memperkuat koordinasi dan mempercepat respons terhadap setiap laporan.

“Tetap siaga, jaga keselamatan dalam bertugas, tingkatkan kecepatan respons, dan perkuat koordinasi,” pesannya.

Bupati berharap kesiapsiagaan pemerintah yang didukung kepedulian masyarakat dapat menjadi kekuatan bersama dalam menjaga Kabupaten Tanggamus dari berbagai ancaman bencana.

Dengan langkah antisipasi sejak dini, Pemkab Tanggamus menargetkan risiko dampak banjir, longsor, kebakaran, maupun Karhutla dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan lingkungan tetap terjaga. (**)

Baca juga:  Tokoh Agama Berharap Hakim Militer Penuhi Rasa Keadilan Terhadap Korban Penembakan di Way Kanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™