TINTA INFORMASI | PRINGSEWU – Konsistensi MTs Negeri 1 Pringsewu dalam melakukan pembenahan penggunaan bahasa Indonesia kembali membuahkan prestasi. Madrasah tersebut berhasil meraih Terbaik I Kategori Lembaga Pendidikan dalam Pengutamaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik dan Dokumen Lembaga yang diberikan Balai Bahasa Provinsi Lampung.
Penghargaan tersebut diserahkan di Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Selasa (13/10/2026). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H., menyerahkan langsung piagam penghargaan kepada Kepala MTs Negeri 1 Pringsewu, Rohman Taufik, S.Pd., M.Kes., AIFO.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Drs. Muhammad Muis, M.Hum., menjelaskan bahwa proses penilaian penggunaan bahasa Indonesia pada ruang publik dan dokumen lembaga telah berlangsung selama dua tahun.
Menurutnya, penetapan lembaga pendidikan terbaik tidak hanya melihat hasil penilaian akhir. Tim juga mempertimbangkan persentase perbaikan yang dilakukan dan dilaporkan masing-masing lembaga, termasuk keberanian untuk melakukan perubahan.
Karena itu, pembenahan penggunaan bahasa Indonesia membutuhkan komitmen dan keseriusan dari setiap lembaga. Bahkan, dukungan anggaran juga diperlukan untuk memperbaiki fasilitas ruang publik serta berbagai dokumen kelembagaan.
Hasil Kerja Sama Seluruh Warga Madrasah
Sementara itu, Kepala MTs Negeri 1 Pringsewu, Rohman Taufik, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menilai capaian itu merupakan hasil kerja sama seluruh warga madrasah yang secara konsisten melakukan pembenahan.
“Capaian ini adalah keberhasilan semua pihak yang telah berkomitmen melakukan pembenahan. Kami berharap upaya ini terus berlanjut agar penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar semakin membudaya di lingkungan madrasah,” ungkapnya.
Menurut Taufik, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Keteladanan tersebut tidak hanya terlihat melalui tulisan pada papan informasi dan fasilitas publik, tetapi juga dalam penggunaan bahasa pada dokumen resmi lembaga.
Ia menilai kesalahan penulisan yang dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan pemahaman yang keliru. Terlebih, lingkungan pendidikan menjadi salah satu ruang penting bagi peserta didik untuk membangun kebiasaan berbahasa.
Oleh sebab itu, pembenahan bahasa Indonesia di lingkungan madrasah tidak sebatas mengganti tulisan yang salah pada papan informasi atau petunjuk. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi, ketertiban administrasi, serta kualitas komunikasi di lingkungan pendidikan.
Dorong Budaya Bahasa yang Baik
Penghargaan Terbaik I dari Balai Bahasa Provinsi Lampung menjadi bukti bahwa pembenahan yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan capaian positif.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi MTs Negeri 1 Pringsewu untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai aspek kelembagaan.
Dengan capaian itu, MTs Negeri 1 Pringsewu diharapkan tidak hanya terus mencetak prestasi di bidang akademik dan nonakademik, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.
Pada akhirnya, penggunaan bahasa Indonesia yang tertib di lingkungan pendidikan bukan sekadar persoalan tata tulis. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari menjaga martabat bahasa Indonesia sebagai bahasa negara sekaligus menanamkan budaya berbahasa yang baik kepada generasi muda. (aan)
