Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerahPeristiwa

Warga Tulung Selapan Meninggal Saat Berupaya Padamkan Karhutla di Lahan Miliknya

44
×

Warga Tulung Selapan Meninggal Saat Berupaya Padamkan Karhutla di Lahan Miliknya

Sebarkan artikel ini
Warga Tulung Selapan Meninggal Saat Berupaya Padamkan Karhutla di Lahan Miliknya

OKI, TINTA INFORMASI — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menelan korban jiwa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Seorang warga Tulung Selapan, Fikri alias Kelik (51), meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi di lahan miliknya.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kebun Benca, dekat Kelurahan Selapan Ulu, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Camat Tulung Selapan, Ricat, S.Sos., membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, korban berada di lokasi ketika kebakaran terjadi dan berusaha membantu memadamkan api.

“Korban diduga terhirup asap tebal saat berada di lokasi kebakaran. Korban sempat pingsan hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Ricat.

Berdasarkan informasi sementara, kondisi di sekitar lokasi kebakaran dipenuhi asap tebal. Situasi tersebut membuat jarak pandang terbatas dan menyulitkan pernapasan bagi warga yang berada di sekitar titik api.

Korban yang saat itu berada di lokasi kemudian mengalami kondisi tidak sadarkan diri. Meski telah dilakukan upaya pertolongan, korban akhirnya meninggal dunia.

Baca juga:  HUT ke-36 Camat Tegeneng, Kades Kota Agung Doakan Aep Alamsyah Makin Sukses dan Amanah

Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi masyarakat ketika melakukan pemadaman karhutla secara langsung. Terlebih, kondisi angin yang dapat berubah sewaktu-waktu serta kepulan asap yang semakin pekat dapat membahayakan keselamatan.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan pihak berwenang. Sementara itu, kondisi medis korban juga masih memerlukan keterangan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematiannya.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa karhutla bukan hanya mengancam lahan, hutan, dan lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pemadaman seorang diri, terutama ketika api membesar atau asap mulai mengganggu jarak pandang dan pernapasan.

Pihak terkait juga diharapkan memastikan setiap proses penanganan karhutla mengutamakan keselamatan warga maupun petugas yang berada di lapangan. (rls)

Editor: Nanda Hastedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™