BERITAJMSIPEMERINTAHANTulang Bawang

Disdik Tulang Bawang dan JMSI Lampung Gagas Program Literasi Digital Pelajar

24
×

Disdik Tulang Bawang dan JMSI Lampung Gagas Program Literasi Digital Pelajar

Sebarkan artikel ini
Disdik Tulang Bawang dan JMSI Lampung Gagas Program Literasi Digital Pelajar

TINTA INFORMASI, LAMPUNG – Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang bersama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menggagas program literasi digital bagi pelajar sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan produktif.

Gagasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, M. Ami Iswandi Ismed Balaw, S.Kom., M.M., usai mendampingi pertemuan Pengurus JMSI Lampung dengan Bupati Tulang Bawang di ruang kerja Bupati, Rabu (1/7/2026).

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Ami Balaw mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif JMSI Lampung dan siap berdiskusi lebih lanjut untuk merealisasikan program tersebut.

“Kami mendukung setiap kegiatan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara. Kami berharap dalam waktu dekat proposal kerja dari JMSI dapat disampaikan sehingga bisa dikaji dan dibahas bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris JMSI Lampung sekaligus penanggung jawab program literasi digital, Anton Kurniawan, mengatakan proposal kerja sedang disiapkan dan akan segera disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang.

Menurut Anton, program literasi digital menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Melalui program tersebut, para pelajar akan dibekali pemahaman mengenai etika bermedia digital, kemampuan mengenali informasi palsu atau hoaks, serta kewaspadaan terhadap berbagai ancaman di ruang digital, seperti penipuan daring, judi online, dan pinjaman online ilegal.

Baca juga:  DPRD Lampung Selatan Soroti Kinerja PUPR dalam Pembahasan LKPj 2025

Selain itu, program ini juga dirancang untuk mendorong siswa memanfaatkan perangkat digital secara lebih produktif, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan yang bernilai ekonomi.

Anton menambahkan, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tahun 2025, Indeks Literasi Digital Indonesia mencapai 3,65 dari skala 5. Capaian tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan teknologi masyarakat terus meningkat, namun masih perlu diimbangi dengan pemahaman yang lebih baik mengenai keamanan, etika, serta risiko di ruang digital.

Ia berharap proposal kerja sama tersebut dapat segera dibahas bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang sehingga program literasi digital dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi para pelajar dalam menghadapi tantangan era digital.

“Harapannya, program ini dapat membantu membentuk generasi muda yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhideâ„¢