TINTA INFORMASI, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mendukung rencana penyelenggaraan kembali Lomba Lintas Alam Gunung Rajabasa dan Krakatau (L2WARK) 2026 sebagai upaya memperkuat promosi pariwisata sekaligus membangun citra Lampung Selatan sebagai Beranda Sumatra.
Dukungan tersebut disampaikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jaringan Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Lampung Selatan di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2026).
Audiensi tersebut membahas rencana menghidupkan kembali L2WARK yang akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026. Event itu diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga dan petualangan alam, tetapi juga menjadi media promosi destinasi wisata unggulan daerah.
Ketua DPD JWI Kabupaten Lampung Selatan, Zul Kenedy, mengatakan L2WARK pernah sukses digelar pada 2014 dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Setelah vakum lebih dari satu dekade, kegiatan tersebut direncanakan kembali dengan melibatkan komunitas pecinta alam, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum dari berbagai daerah.
“Kami berencana kembali menggelar L2WARK dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Lampung Selatan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi wisata alam Lampung Selatan sekaligus menarik peserta dari berbagai daerah,” ujar Zul Kenedy.
Ia menjelaskan, konsep kegiatan akan memadukan lintas alam di kawasan Gunung Rajabasa dengan perjalanan wisata menuju Gunung Anak Krakatau. Kolaborasi dua ikon wisata alam tersebut diyakini mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda sekaligus memperkuat promosi destinasi unggulan Lampung Selatan di tingkat regional maupun nasional.
Menanggapi usulan tersebut, Bupati Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi atas inisiatif DPD JWI Kabupaten Lampung Selatan dalam menghidupkan kembali salah satu agenda yang pernah menjadi ikon wisata olahraga di daerah.
Menurut Egi, setiap kegiatan yang diselenggarakan harus memiliki tujuan yang jelas dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi promosi daerah maupun dampak ekonomi yang ditimbulkan.
“Saya menyambut baik ide positif dari teman-teman JWI. Yang paling penting adalah menyamakan tujuan terlebih dahulu, sehingga kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Egi.
Ia menegaskan, sebuah event tidak cukup hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah. Karena itu, konsep penyelenggaraan L2WARK perlu dirancang secara matang agar dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dan memiliki daya tarik wisata yang kuat.
“Kita ingin setiap kegiatan memiliki manfaat jangka panjang. Mari bersama-sama membangun branding Lampung Selatan sebagai Beranda Sumatra, sehingga semakin banyak orang datang, singgah, menikmati destinasi wisata, dan pada akhirnya memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bupati Egi juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat menjadi modal penting untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat sektor pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui rencana penyelenggaraan kembali L2WARK 2026, Pemkab Lampung Selatan berharap event tersebut dapat kembali menjadi agenda unggulan yang mampu menarik wisatawan, memperkuat identitas Lampung Selatan sebagai destinasi wisata alam, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. (adv)
