Scroll untuk baca artikel
Banner Top Up Produk Digital
AdvetorialBeritaLampung SelatanPemerintahan

19 Tahun Dikeluhkan, Jalan Menuju Baru Ranji Akhirnya Dijanjikan Diperbaiki Tahun Ini

74
×

19 Tahun Dikeluhkan, Jalan Menuju Baru Ranji Akhirnya Dijanjikan Diperbaiki Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
19 Tahun Dikeluhkan, Jalan Menuju Baru Ranji Akhirnya Dijanjikan Diperbaiki Tahun Ini

TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN – Setelah hampir dua dekade menjadi keluhan warga, kondisi jalan penghubung menuju Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, akhirnya mendapat perhatian langsung dari Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.

Egi memastikan ruas jalan yang disebut telah mengalami kerusakan cukup parah itu akan diperbaiki pada 2026. Kepastian tersebut disampaikan setelah dirinya turun langsung meninjau kondisi jalan dan merasakan sendiri akses yang selama ini digunakan masyarakat.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Peninjauan dilakukan di sela kunjungan Bupati Egi ke Desa HELAU di Kecamatan Merbau Mataram, Sabtu (8/8/2026). Dari hasil melihat kondisi di lapangan, Egi mengakui kerusakan jalan tersebut memang membutuhkan penanganan segera.

Bahkan, Egi melontarkan gambaran cukup keras mengenai kondisi jalan yang ditemuinya.

“Saya selaku bupati menghaturkan permintaan maaf kalau jalannya belum bagus. 30 persen rusak, 70 persen rusak banget,” ujar Egi.

Menurut Egi, persoalan infrastruktur tidak cukup hanya diterima melalui laporan dari jajaran pemerintah maupun masyarakat. Kondisi di lapangan, kata dia, harus dilihat secara langsung agar pemerintah mengetahui kebutuhan warga secara utuh.

Karena itu, setelah melihat sendiri kondisi ruas jalan tersebut, Egi langsung meminta agar jalan menuju Desa Baru Ranji masuk dalam agenda perbaikan tahun ini.

“Saya minta perbaiki jalan Baru Ranji. Ini saya kalau nggak ke sini, nggak ngerti kalau jalannya begitu,” kata Egi.

Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Baru Ranji dan Desa Tanjung Baru yang selama ini bergantung pada ruas jalan tersebut untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Kerusakan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Bagi masyarakat perdesaan, kondisi akses jalan berkaitan langsung dengan mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, aktivitas ekonomi, akses pendidikan, hingga konektivitas antarwilayah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan Hendry Kurniawan mengatakan, arahan Bupati Egi langsung ditindaklanjuti setelah melihat kondisi jalan penghubung antara Desa Tanjung Baru dan Desa Baru Ranji.

“Tidak perlu berpikir lama. Bupati Lampung Selatan langsung menindaklanjuti, dan jalan penghubung kedua desa tersebut akan diperbaiki pada tahun 2026 ini,” kata Hendry.

Ia mengatakan, respons tersebut menunjukkan pemerintah daerah berupaya bergerak cepat dalam menyerap sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya menyangkut kebutuhan infrastruktur dasar.

Perbaikan jalan diharapkan dapat meningkatkan kualitas akses masyarakat sekaligus memperlancar mobilitas antara Desa Tanjung Baru dan Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram.

Hendry menilai pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya pemerataan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan.

“Ini merupakan bentuk gerak cepat dan penyerapan aspirasi masyarakat dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk keberlangsungan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan infrastruktur yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dengan adanya kepastian perbaikan pada 2026, masyarakat kedua desa kini tinggal menunggu realisasi pekerjaan di lapangan. Harapannya, janji perbaikan tersebut segera diwujudkan sehingga ruas jalan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan tidak lagi menjadi hambatan bagi aktivitas warga.

Penanganan jalan menuju Baru Ranji juga menjadi ujian kecil bagi konsistensi pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan tidak berhenti di pusat-pusat perkotaan. Sebab, bagi warga di pelosok desa, jalan yang layak bukan kemewahan, melainkan urat nadi yang menghubungkan mereka dengan sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, pusat ekonomi, dan wilayah lainnya.

Setelah 19 tahun menunggu, masyarakat kini memiliki satu harapan sederhana: jalan yang selama ini mereka lalui dalam kondisi rusak benar-benar diperbaiki, bukan sekadar kembali masuk daftar rencana. (rs/adv)

Baca juga:  HUT ke-19 Pesawaran Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pesawaran CAKEP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™