Scroll untuk baca artikel
Banner Top Up Produk Digital
DaerahOlahraga

Sikambara Lampung Siapkan Gebrakan Baru Jelang Super League dan Sikambara Cup

40
×

Sikambara Lampung Siapkan Gebrakan Baru Jelang Super League dan Sikambara Cup

Sebarkan artikel ini
Sikambara Lampung Siapkan Gebrakan Baru Jelang Super League dan Sikambara Cup

TINTA INFORMASI, BANDAR LAMPUNG — Sikambara Lampung menyiapkan sejumlah gebrakan menyambut kompetisi Super League musim 2026–2027. Tak hanya memperkuat dukungan terhadap Bhayangkara FC, komunitas suporter tersebut juga mulai memperluas kegiatan melalui rencana penyelenggaraan Sikambara Cup yang menyasar pembinaan sepak bola usia dini sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal.

Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Sikambara Lampung yang digelar di RM Minang Indah, Jalan Untung Suropati, Bandar Lampung, Minggu (23/8/2026). Rapat dipimpin langsung Ketua Umum Sikambara Lampung, Junaedi, setelah dibuka oleh anggota Sikambara, Armuni.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Salah satu agenda utama rapat membahas persiapan launching Bhayangkara FC musim 2026–2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (29/8/2026) di PKOR Way Halim.

Launching tersebut direncanakan digelar pada siang hari dan dilanjutkan pertandingan uji coba atau persahabatan menghadapi Persikab Depok pada malam hari setelah Magrib.

Untuk menyukseskan agenda tersebut, Sikambara Lampung telah melakukan koordinasi dengan manajemen Bhayangkara FC. Komunitas suporter itu juga telah menyerahkan database anggotanya untuk mendukung proses pembagian kaos Bhayangkara FC kepada para suporter.

“Kami sudah berkoordinasi dengan manajemen Bhayangkara FC dan database Sikambara juga sudah kami setorkan. Harapannya anggota Sikambara dapat diakomodasi untuk mendapatkan kaos dan bersama-sama menyukseskan launching,” kata Junaedi.

Selain menyiapkan dukungan melalui kaos, Sikambara Lampung juga akan membawa sejumlah atribut komunitas, di antaranya banner berukuran 5 meter x 1,5 meter, bendera serta maskot Sikambara.

Meski demikian, Junaedi menegaskan pemasangan seluruh atribut akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan manajemen Bhayangkara FC agar tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca juga:  DPC PERADI Gedong Tataan dan PERSADI Hadiri HUT ke-19 Pesawaran, Siap Perkuat Edukasi Hukum untuk Masyarakat

“Kami ingin dukungan Sikambara terlihat, tetapi tentu harus tetap mengikuti aturan dan ketentuan dari manajemen. Karena itu, pemasangan banner dan bendera akan kami konfirmasi terlebih dahulu,” ujarnya.

SIKAMBARA CUP, GAGASAN BARU UNTUK PEMBINAAN SEPAK BOLA

Selain persiapan launching Bhayangkara FC, rapat koordinasi juga membahas gagasan penyelenggaraan Sikambara Cup. Turnamen tersebut dirancang sebagai bagian dari pengembangan kegiatan komunitas sekaligus wadah pembinaan sepak bola usia dini.

Pengamat sepak bola sekaligus pembina SSB, Roby, mengatakan Sikambara Cup pada tahap awal diarahkan untuk kelompok usia U-10, U-11 dan U-12.

Menurut Roby, pemilihan kelompok usia tersebut mempertimbangkan aspek teknis dan pembinaan. Format pertandingan nantinya juga dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan yang digunakan.

ADVERTISEMENT

“Untuk tahap awal kita melihat kelompok usia U-10, U-11 dan U-12 yang paling memungkinkan. Secara teknis satu lapangan bisa dibagi menjadi empat bagian sehingga pertandingan dapat menggunakan format tujuh lawan tujuh,” kata Roby.

Ia menilai turnamen sepak bola usia dini tidak semata-mata berorientasi pada perebutan juara. Lebih dari itu, kompetisi dapat menjadi sarana memberikan pengalaman bertanding sekaligus membentuk karakter dan kemampuan anak sejak dini.

“Kalau kita bicara sepak bola, jangan hanya melihat hasil pertandingan. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding, pembinaan, disiplin dan ruang untuk berkembang,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Roby juga mendorong Sikambara Lampung agar memperluas peran sebagai komunitas suporter dengan menghadirkan kegiatan yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

Baca juga:  Disdikbud Ogan Ilir Tegaskan SPMB 2026/2027 Gratis, Masyarakat Diminta Laporkan Jika Ada Pungli

Menurutnya, komunitas suporter memiliki potensi besar untuk membangun berbagai kegiatan positif, salah satunya melalui Sikambara Cup.

“Harapannya Sikambara tidak hanya dikenal sebagai suporter. Kita ingin ada kegiatan yang konkret, salah satunya Sikambara Cup. Dari sini kita bisa memperkenalkan Sikambara kepada masyarakat melalui kegiatan yang positif,” katanya.

Selain memberikan ruang bagi pembinaan pemain usia dini, turnamen tersebut dinilai memiliki potensi menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Roby menjelaskan, pertandingan usia dini biasanya melibatkan orang tua dan keluarga yang mendampingi para pemain. Kondisi tersebut dapat menciptakan aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi pertandingan.

“Yang datang bukan hanya pemain. Satu anak bisa diantar orang tua, bahkan keluarga. Kalau pesertanya banyak, otomatis ada pergerakan orang dan kebutuhan makanan, minuman serta kebutuhan lainnya. Di sinilah UMKM lokal bisa dilibatkan,” ujarnya.

UMKM DAN MERCHANDISE IKUT DIGERAKKAN

Konsep Sikambara Cup juga diarahkan agar dapat menjadi ruang promosi dan pemasaran bagi UMKM lokal. Pelaku usaha nantinya diharapkan dapat membuka lapak di sekitar lokasi pertandingan untuk menjajakan makanan, minuman maupun berbagai produk lainnya.

Sikambara juga berencana menyiapkan merchandise komunitas yang dapat dijual selama kegiatan berlangsung.

“Merchandise juga penting. Selain menjadi identitas, ini bagian dari cara kita mengenalkan Sikambara kepada masyarakat. Jadi orang tidak hanya tahu Sikambara sebagai kelompok suporter, tetapi juga sebagai komunitas yang punya kegiatan positif,” kata Roby.

Dengan konsep tersebut, Sikambara Cup diharapkan tidak hanya menjadi turnamen sepak bola, tetapi juga menjadi kegiatan yang menggabungkan olahraga, pembinaan generasi muda, pemberdayaan UMKM dan penguatan komunitas.

Baca juga:  Mabes Laskar Lampung Indonesia Resmi Berdiri, Perkuat Konsolidasi dan Pelestarian Adat Lampung

Ketua Umum Sikambara Lampung, Junaedi, menyambut positif gagasan penyelenggaraan Sikambara Cup. Ia menilai turnamen tersebut perlu dipersiapkan secara matang agar tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi agenda rutin komunitas.

“Saya sangat menyambut baik dan mengapresiasi rencana Sikambara Cup. Ini gagasan yang bagus dan harus kita persiapkan dengan baik agar pelaksanaannya sukses serta pesertanya banyak,” tegas Junaedi.

Meski demikian, Junaedi mengingatkan agar penentuan jadwal dilakukan secara cermat. Agenda Sikambara Cup harus disesuaikan dengan jadwal pertandingan Bhayangkara FC sehingga tidak terjadi benturan kegiatan.

“Yang paling penting jadwalnya harus kita pastikan. Jangan sampai Sikambara Cup berbenturan dengan pertandingan Bhayangkara FC. Kita ingin semua agenda Sikambara bisa berjalan dan anggota juga bisa mengikuti seluruh kegiatan,” jelasnya.

Untuk sementara, Sikambara Cup direncanakan berlangsung pada akhir 2026. Namun, kepastian tanggal dan lokasi pertandingan masih akan dibahas lebih lanjut.

Selain jadwal, panitia juga akan mematangkan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari pemilihan dan penyewaan lapangan, perangkat pertandingan, hadiah, perlengkapan hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Junaedi berharap seluruh unsur Sikambara dapat terlibat aktif dalam proses persiapan. Dengan keterlibatan bersama, kegiatan diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga semakin memperkuat solidaritas antaranggota.

“Kita ingin kegiatan ini menjadi milik bersama. Kalau dipersiapkan dengan baik, peserta banyak, UMKM bergerak, dan Sikambara semakin dikenal masyarakat, tentu manfaatnya akan lebih besar,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™