TINTA INFORMASI, PRINGSEWU – Prestasi membanggakan kembali diraih murid MTs Negeri 1 Pringsewu. Enam murid madrasah tersebut berhasil membawa pulang medali pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Pringsewu dan berhak melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Lampung.
OMI merupakan ajang kompetisi akademik bagi peserta didik madrasah untuk mengembangkan potensi, kemampuan berpikir, sekaligus menumbuhkan semangat berprestasi dalam berbagai bidang keilmuan.
Pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), OMI 2026 mempertandingkan tiga cabang, yakni Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, dan IPS Terintegrasi.
Kompetisi tingkat Kabupaten Pringsewu digelar pada Selasa, 8 September 2026. Sementara hasil perlombaan diumumkan secara serentak di seluruh Indonesia pada Sabtu, 12 September 2026.
Hasilnya, enam murid MTsN 1 Pringsewu sukses meraih medali dan memastikan tiket untuk berlaga pada OMI tingkat Provinsi Lampung.
Keenam murid tersebut adalah:
- M. Falah Fahta – Medali Emas Matematika Terintegrasi.
- Qonita Nabila Alhusna – Medali Emas IPA Terintegrasi.
- M. Naufal Maulana – Medali Emas IPS Terintegrasi.
- Dewa Wibisono Sutarno – Medali Perak Matematika Terintegrasi.
- M. Wildan Haris – Medali Perak IPA Terintegrasi.
- Nayla Tsaqifah – Medali Perunggu IPS Terintegrasi.
Dengan torehan tersebut, MTsN 1 Pringsewu berhasil mengoleksi dua medali pada masing-masing cabang yang diperlombakan.
Kepala MTsN 1 Pringsewu, Rohman Taufik, S.Pd., M.Kes., AIFO, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para murid. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung keberhasilan tersebut, khususnya dewan guru, para pembina, serta keluarga besar MTsN 1 Pringsewu.
Menurut Taufik, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, doa, pembinaan yang berkelanjutan, serta semangat para murid dalam mengikuti kompetisi.
“Pada setiap cabang kita meraih dua medali. Ini membuktikan bahwa usaha dan doa membawa hasil,” ujar Taufik.
Meski demikian, ia mengingatkan para peraih medali agar tidak cepat berpuas diri ataupun jumawa atas pencapaian yang telah diraih. Prestasi di tingkat kabupaten, kata dia, harus menjadi pijakan sekaligus motivasi untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat di tingkat provinsi.
“Jangan sampai prestasi ini membuat para juara dan pembina menjadi jumawa. Justru ini harus menjadi cambuk motivasi karena perjuangan masih panjang,” pesannya.
Taufik menegaskan, pihak madrasah akan terus memberikan dukungan dan pembinaan kepada keenam murid tersebut sebagai persiapan menghadapi OMI tingkat Provinsi Lampung.
Ia berharap pembinaan yang dilakukan mampu meningkatkan kemampuan dan mental kompetitif para murid sehingga dapat kembali meraih hasil terbaik pada tahapan berikutnya.
“Target kita adalah medali emas di OMI tingkat nasional,” tegasnya.
Keberhasilan enam murid MTsN 1 Pringsewu tersebut menjadi bukti bahwa madrasah mampu mencetak peserta didik yang unggul secara akademik sekaligus memiliki daya saing dalam kompetisi. Prestasi itu juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi murid lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan mengharumkan nama Kabupaten Pringsewu di tingkat yang lebih tinggi. (aan)
