TINTA INFORMASI, LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan kembali memamerkan kegagalan tata kelola infrastruktur publik. Tiga proyek vital di Desa Pamulihan, Kecamatan Way Sulan, kini menjadi bukti telanjang betapa anggaran negara menguap tanpa memberikan manfaat sedikit pun bagi masyarakat.
Bukannya menyejahterakan warga, rentetan proyek yang rampung dan berjalan sejak 2025 ini justru menjelma menjadi monumen pemborosan anggaran yang tak berguna.
Kegagalan pertama bertengger pada proyek embung pertanian yang rampung pada 2025. Pemerintah awalnya mengumbar janji bahwa embung ini akan mengairi puluhan hektar sawah warga.
Namun fakta di lapangan justru menampar keras janji manis tersebut. Embung bernilai besar itu kini kering kerontang dan sama sekali tidak mampu menampung atau menahan air.
Akibatnya, para petani harus mengurut dada melihat sawah mereka tetap kekeringan di tengah proyek bernilai fantastis.
Selanjutnya, penderitaan warga kian lengkap akibat kebobrokan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Fasilitas yang seharusnya menyalurkan air bersih langsung ke dapur warga ini malah mati total dan belum pernah berfungsi sejak pertama kali dibangun.
Akibatnya, warga Pamulihan terpaksa mengangkut air bersih dari mushola terdekat demi menyambung hidup sehari-hari.
Tidak berhenti di situ, kecerobohan pengerjaan juga menjalar ke proyek ketiga, yakni bantuan irigasi perpompaan.
Pekerja proyek memang telah mengebor tanah hingga kedalaman 70 meter. Namun ironisnya, air yang ditunggu-tunggu tak kunjung menyembur.
Bukannya menyelesaikan masalah hingga air keluar, para pekerja justru kabur memindahkan alat bor ke lokasi lain dan meninggalkan lubang sia-sia tanpa kepastian.
Oleh karena itu, amarah warga Desa Pamulihan kini memuncak. Mereka menuntut aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera turun memeriksa dugaan penyelewengan anggaran pada ketiga proyek bernilai ratusan juta ini.
Warga menolak keras pembiaran skandal infrastruktur ini dan mendesak pertanggungjawaban terbuka dari pelaksana proyek.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, pihak-pihak yang bertanggung jawab atas ketiga proyek tersebut masih memilih bungkam dan bersembunyi.
Redaksi terus berusaha mengejar konfirmasi resmi demi membongkar dalang di balik carut-marutnya pembangunan di Desa Pamulihan. (red)
