TINTA INFORMASI, LAMPUNG – PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan penyaluran Biosolar di Provinsi Lampung untuk merespons kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tersebut sepanjang 2026.
Hingga September 2026, rata-rata penyaluran Biosolar di Lampung mencapai 2.768 kiloliter (KL) per hari. Angka tersebut meningkat 10,6 persen atau sekitar 265 KL per hari dibandingkan rata-rata penyaluran pada periode Mei hingga Agustus 2026 yang berada di angka 2.503 KL per hari.
Sebelumnya, pada Januari hingga April 2026, rata-rata penyaluran Biosolar tercatat sebesar 2.178 KL per hari. Kemudian, penyaluran meningkat menjadi 2.503 KL per hari pada periode Mei–Agustus.
Dengan demikian, dalam beberapa bulan terakhir terjadi peningkatan penyaluran secara bertahap untuk menjaga ketersediaan Biosolar bagi masyarakat Lampung.
Pertamina menyebut peningkatan konsumsi Biosolar tidak terlepas dari adanya disparitas harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi. Kondisi tersebut dapat mendorong sebagian konsumen untuk beralih menggunakan BBM bersubsidi.
Selain faktor harga, peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat juga turut berpengaruh terhadap konsumsi BBM di Lampung.
Pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,58 persen pada Triwulan I 2026 dan 5,29 persen pada Triwulan II 2026. Capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di wilayah Sumatera.
Untuk menjaga pelayanan, Pertamina menambah pasokan Biosolar ke sejumlah SPBU dengan tingkat konsumsi tinggi. Jam operasional SPBU yang mengalami kepadatan juga diperpanjang.
Tidak hanya itu, jumlah operator pelayanan Biosolar turut ditambah untuk mempercepat proses pengisian dan mengurangi antrean konsumen.
Pertamina juga terus mengingatkan masyarakat agar menggunakan BBM sesuai peruntukan dan membeli sesuai kebutuhan. Pembelian secara wajar diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran distribusi Biosolar di seluruh wilayah Lampung. (NdH)
