TINTA INFORMASI, OKI – Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah binaannya, Kamis (17/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan proses pemadaman berlangsung maksimal. Perhatian tidak hanya tertuju pada api yang terlihat, tetapi juga kondisi lahan setelah pemadaman, terutama area yang masih mengeluarkan asap dan berpotensi menyimpan bara.
Langkah tersebut penting karena api pada lahan yang terbakar dapat kembali muncul apabila bara di bawah permukaan belum sepenuhnya padam. Karena itu, proses penanganan tidak berhenti ketika kobaran api berhasil dikendalikan, tetapi dilanjutkan dengan penyekatan, pembasahan dan pendinginan atau mopping up.
Di sejumlah titik, personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) bersama unsur terkait masih berjibaku melakukan penanganan karhutla. Mereka turun langsung ke lokasi untuk memadamkan api, membuat sekat agar api tidak menjalar, melakukan pembasahan terhadap lahan serta memastikan area yang telah terbakar berada dalam kondisi aman.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar titik api tidak kembali muncul sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.
Medan yang sulit menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Personel di lapangan juga harus menghadapi kondisi cuaca yang panas, lahan yang kering serta kepungan asap yang dapat mengganggu jarak pandang dan aktivitas pemadaman.
Dalam kondisi seperti itu, koordinasi antarunsur menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan. Setiap perkembangan di lapangan perlu dipantau sehingga langkah pemadaman dapat disesuaikan dengan kondisi api dan arah penyebarannya.
Kementerian Kehutanan sebelumnya juga menekankan pentingnya proses mopping up atau pendinginan setelah pemadaman. Tahapan ini dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersisa, termasuk bara yang berada di bawah permukaan tanah, benar-benar terkendali sehingga tidak kembali menjadi sumber api.
Karena itu, peninjauan Dandim 0402/OKI-OI menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap proses penanganan karhutla. Selain memantau kondisi lokasi, kehadiran pimpinan di lapangan juga menjadi kesempatan untuk melihat kebutuhan personel serta memastikan proses pemadaman tetap memperhatikan aspek keselamatan.
Dalam penanganan bencana seperti karhutla, kondisi di lapangan dapat berubah dengan cepat. Titik api yang semula kecil dapat berkembang apabila dipengaruhi angin, kondisi lahan kering maupun material mudah terbakar. Situasi tersebut membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan meskipun api utama telah berhasil dipadamkan.
Prinsip kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara, Ing Ngarsa Sung Tuladha, juga relevan dalam konteks tersebut. Prinsip yang menempatkan pemimpin di depan sebagai pemberi teladan dapat diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam melihat persoalan dan memahami kondisi yang dihadapi personel di lapangan.
Kehadiran pimpinan di tengah proses penanganan karhutla juga dapat memperkuat koordinasi serta memastikan setiap unsur memahami tugas masing-masing. Namun, keberhasilan penanganan tetap bergantung pada kerja bersama, kesiapsiagaan personel dan konsistensi pemantauan setelah proses pemadaman.
Dengan ancaman karhutla yang masih perlu diwaspadai di wilayah OKI dan sekitarnya, Babinsa bersama unsur terkait terus melakukan patroli, pemantauan dan penanganan terhadap lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran.
Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan setiap titik api dapat dikendalikan hingga benar-benar aman, mencegah munculnya kembali bara, serta mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lainnya. (rls)
