Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerah

Tanggul Way Belu Jebol, Pemkab Tanggamus Siapkan Penanganan Darurat dan Permanen

34
×

Tanggul Way Belu Jebol, Pemkab Tanggamus Siapkan Penanganan Darurat dan Permanen

Sebarkan artikel ini
Tanggul Way Belu Jebol, Pemkab Tanggamus Siapkan Penanganan Darurat dan Permanen

TANGGAMUS, TINTA INFORMASI – Pemerintah Kabupaten Tanggamus bergerak menindaklanjuti jebolnya tanggul Sungai Way Belu di Pekon Negara Batin, Kecamatan Kotaagung Barat. Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus, Ir. Suaidi, M.M., turun langsung meninjau kondisi tanggul pada Rabu (23/9/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan setelah banjir melanda wilayah itu sehari sebelumnya. Banjir tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga berdampak terhadap fasilitas pendidikan di sekitar aliran sungai.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Dalam peninjauan itu, Suaidi didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Tanggamus Jon Novri, Camat Kotaagung Barat, jajaran BPBD, Damkar, Airud, serta aparatur pekon.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kondisi Sungai Way Belu membutuhkan penanganan segera. Selain tanggul yang jebol, pendangkalan juga membuat dasar dan permukaan aliran sungai semakin tinggi hingga hampir sejajar dengan area kebun milik warga.

Suaidi mengatakan Pemkab Tanggamus tengah mengkaji sejumlah alternatif untuk menangani kerusakan tersebut. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain pembangunan bronjong dan penguatan atau penanggulan kembali titik yang mengalami kerusakan.

Baca juga:  Zita Anjani Turun ke Jalan Bagikan 200 Takjil Gratis Disambut Antusias Warga Kalianda

Namun, pemerintah daerah harus memperhitungkan kondisi teknis di lapangan sekaligus kemampuan anggaran daerah.

“Ini masih kita pertimbangkan, apakah nanti akan dilakukan bronjong atau penanggulan. Tetapi ini memakan biaya besar,” ujar Suaidi.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di sekitar area kebun kampung dengan panjang kerusakan sekitar 70 meter. Apabila tidak segera ditangani, kerusakan tersebut berpotensi mengancam lahan pertanian warga.

Pemkab Tanggamus memperkirakan area persawahan yang berpotensi terdampak mencapai 50 hingga 70 hektare.

Siapkan Tanggul Darurat

Sambil menunggu kajian teknis dan keputusan mengenai penanganan permanen, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah darurat. Salah satunya dengan membangun tanggul sementara untuk mengurangi risiko banjir apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.

Suaidi menyebut BPBD kemungkinan akan dilibatkan dalam pelaksanaan penanganan sementara tersebut.

“Dalam waktu dekat ini kita akan sementara, mungkin melalui BPBD, melakukan pembuatan tanggul darurat,” katanya.

Selain memperbaiki titik tanggul yang jebol, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap kondisi aliran sungai di bagian hilir Way Belu.

Menurut Suaidi, pendangkalan di wilayah hilir dapat menghambat aliran air. Akibatnya, ketika debit air meningkat, aliran berpotensi kembali meluap dan menghantam kawasan yang berada di sekitar sungai.

“Kalau di hilirnya terjadi pendangkalan, ketika air datang tidak mengalir, ini bisa kembali menghantam. Jadi ini juga menjadi pertimbangan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Karena itu, Pemkab Tanggamus akan melakukan perhitungan teknis secara lebih menyeluruh sebelum menentukan bentuk penanganan. Pemerintah daerah juga akan membahas kebutuhan anggaran untuk memastikan langkah yang diambil sesuai dengan kondisi lapangan.

Jika kebutuhan penanganan melampaui kemampuan keuangan daerah, Pemkab Tanggamus membuka kemungkinan mengusulkan dukungan anggaran kepada pemerintah pusat.

Warga Diminta Waspada Saat Hujan

Sementara proses penanganan berlangsung, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Way Belu diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras turun.

ADVERTISEMENT

Suaidi juga meminta aparatur pekon memperkuat koordinasi dengan wilayah yang berada di bagian hulu. Langkah tersebut penting untuk mengetahui lebih cepat apabila terdapat potensi kiriman debit air dari wilayah atas.

“Imbauan kepada masyarakat supaya berhati-hati kalau ada hujan. Aparat pekon juga harus saling berkoordinasi dengan wilayah di atas,” jelasnya.

Pemkab Tanggamus menempatkan penanganan tanggul Way Belu sebagai perhatian penting karena kerusakan tersebut tidak hanya menyangkut keselamatan masyarakat. Jika tidak segera ditangani, kondisi tanggul dan pendangkalan sungai juga dapat mengancam lahan pertanian warga serta mengganggu aktivitas pendidikan di sekitar lokasi.

Untuk itu, pemerintah daerah kini menyiapkan langkah penanganan jangka pendek sekaligus mengkaji solusi permanen agar risiko banjir di kawasan tersebut dapat ditekan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™