Banner Top Up Produk Digital
BeritaBudayaNasional

Ari Pahala Hutabarat Raih Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 Lewat Nusantara, Amnesia

39
×

Ari Pahala Hutabarat Raih Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 Lewat Nusantara, Amnesia

Sebarkan artikel ini
Ari Pahala Hutabarat Raih Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 Lewat Nusantara, Amnesia

BANDAR LAMPUNG, TINTA INFORMASI — Sastrawan asal Lampung, Ari Pahala Hutabarat, meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2026 untuk kategori puisi melalui bukunya, Nusantara, Amnesia. Buku tersebut diterbitkan oleh Lampung Literature.

Penghargaan itu diumumkan dalam perhelatan Kusala Sastra Khatulistiwa pada 27 September 2026. Sebelumnya, Nusantara, Amnesia berhasil menembus Daftar Panjang kategori puisi. Karya tersebut kemudian melaju ke Daftar Pendek hingga akhirnya ditetapkan sebagai pemenang.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Dalam laporan dewan juri KSK 2026, Nusantara, Amnesia dinilai memiliki kekuatan dalam mempertemukan persoalan sejarah dengan pengalaman personal. Ari mengolah isu ingatan kolektif, sejarah, dan pengalaman manusia Indonesia melalui puisi yang mampu menampung apa yang disebut dewan juri sebagai “register diskursif dan register afektif.”

Penilaian tersebut menjadi salah satu pertimbangan dewan juri dalam memilih karya Ari sebagai pemenang kategori puisi tahun ini.

Kemenangan itu sekaligus menambah catatan penting bagi perkembangan sastra, khususnya puisi, di Lampung.

Penyair Lampung Kembali Raih KSK

Dengan kemenangan Ari pada 2026, penyair asal Lampung kembali mencatatkan nama dalam daftar penerima Kusala Sastra Khatulistiwa setelah jeda enam tahun.

Baca juga:  Kuasa Hukum Penggugat Heri Syah Putra Secara Resmi Sampaikan Tindaklanjut Laporan Pengaduan Kepada Kapolres Lampung Tengah

Sebelumnya, penyair Lampung Inggit Putria Marga meraih penghargaan serupa untuk kategori puisi melalui buku Empedu Tanah pada 2020.

Dengan demikian, Nusantara, Amnesia menjadi buku puisi kedua dari Lampung yang meraih Kusala Sastra Khatulistiwa setelah Empedu Tanah.

Catatan tersebut berlangsung di tengah geliat kepenyairan Lampung yang terus berkembang. Selain Inggit Putria Marga dan Ari Pahala Hutabarat, Lampung juga memiliki sejumlah penyair yang telah lama berkiprah dalam sastra Indonesia, antara lain Isbedy Stiawan ZS dan Iswadi Pratama.

Aktivitas sastra itu berlangsung melalui berbagai ruang. Mulai dari penerbitan buku, pembacaan puisi, diskusi, festival, bengkel sastra, hingga komunitas yang mempertemukan penyair dengan pembaca.

Karena itu, kemenangan Ari tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi kabar penting bagi ekosistem puisi dan penerbitan sastra di Lampung.

Dewan Juri Soroti Pengolahan Trauma Sejarah

Dalam laporan dewan juri KSK 2026, perhatian terhadap Nusantara, Amnesia tidak hanya terletak pada persoalan yang diangkat. Dewan juri juga menyoroti cara Ari mengolah persoalan sejarah dan ingatan tersebut menjadi pengalaman puitik.

Baca juga:  Isu Fatherless di Indonesia Mengkhawatirkan, Peneliti: Peran Ayah Dalam Komunikasi Keluarga Mulai Tergerus

Arif Bagus Prasetyo, salah satu anggota dewan juri KSK 2026, mengatakan buku tersebut berangkat dari gagasan mengenai Nusantara dan ingatan. Ari kemudian mempertemukan persoalan sejarah dalam skala besar dengan pengalaman manusia yang lebih personal.

“Karya ini dengan gemilang mengolah trauma sejarah menjadi pengalaman puitik yang kaya, mendobrak kebekuan pikiran sembari menggetarkan emosi melalui komposisi yang padu secara bentuk maupun tema,” ujar Arif.

Menurut laporan dewan juri, kemampuan tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Nusantara, Amnesia.

Sebelum meraih penghargaan, buku tersebut terlebih dahulu masuk dalam Daftar Panjang KSK 2026 bersama sejumlah karya puisi dari penyair lain. Karya-karya tersebut berasal dari berbagai penerbit, baik penerbit nasional maupun penerbit independen.

Setelah melalui tahapan penjurian hingga Daftar Pendek, Nusantara, Amnesia akhirnya terpilih sebagai pemenang kategori puisi.

Lampung Literature Catat Capaian di Tingkat Nasional

Kemenangan Ari juga membawa catatan tersendiri bagi Lampung Literature sebagai penerbit yang berbasis di Lampung.

Selama beberapa tahun terakhir, Lampung Literature aktif menerbitkan karya para penulis dan penyair dari Lampung. Keberhasilan Nusantara, Amnesia di ajang KSK 2026 sekaligus menunjukkan bahwa karya yang diterbitkan dari daerah dapat masuk dalam percakapan sastra nasional.

Devin Nodestyo, Kepala Bidang Penerbitan Lampung Literature, mengatakan pihaknya selama ini berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi karya penulis dan penyair Lampung.

“Kami ingin karya yang lahir di sini punya kesempatan untuk dibaca lebih luas. Karena itu, ketika Nusantara, Amnesia menang (KSK), menjadi bukti bahwa karya yang diterbitkan dari Lampung juga bisa masuk dalam percakapan sastra nasional,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut sekaligus mempertemukan dua catatan penting dalam satu momentum. Di satu sisi, Ari Pahala Hutabarat menambah daftar penyair Lampung yang meraih penghargaan sastra tingkat nasional. Di sisi lain, Lampung Literature mencatat capaian penerbitan melalui buku yang lahir dari ekosistem sastra daerah.

Dengan demikian, kemenangan Nusantara, Amnesia di Kusala Sastra Khatulistiwa 2026 menjadi bagian dari perjalanan panjang kepenyairan Lampung, sekaligus memperlihatkan bahwa karya sastra dari daerah terus memiliki ruang untuk berkompetisi dan diperbincangkan di tingkat nasional. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™