Banner Top Up Produk Digital
BeritaInvestigasi

Mangkrak 50 Meter dari Rumah Dinas Bupati: Labkesda Tanggamus Rp8 Miliar Jadi “Istana Hantu”

48
×

Mangkrak 50 Meter dari Rumah Dinas Bupati: Labkesda Tanggamus Rp8 Miliar Jadi “Istana Hantu”

Sebarkan artikel ini
Mangkrak 50 Meter dari Rumah Dinas Bupati: Labkesda Tanggamus Rp8 Miliar Jadi “Istana Hantu”

TINTA INFORMASI | TANGGAMUS — Janji manis Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas mendadak bisu. Proyek Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) bernilai Rp8 miliar di Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Kota Agung, kini mangkrak total dan berubah menjadi bangunan kosong tak berpenghuni.

Padahal, peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 25 Agustus 2025 lalu digelar megah dan khidmat. Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, memimpin langsung prosesi tersebut bersama jajaran pejabat Forkopimda, Kadis Kesehatan Provinsi, hingga Direktur PT Anugrah Jaya Abadi selaku kontraktor pelaksana.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Kala itu, Bupati dengan lantang menegaskan komitmennya untuk menghapus penderitaan warga kecil.

“Ke depan, masyarakat harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Tidak boleh ada lagi istilah warga miskin dilarang sakit,” tegas Saleh Asnawi saat pidato peletakan batu pertama.

Namun, fakta di lapangan kini berbelok 180 derajat. Gedung yang digadang-gadang bakal menjadi pusat pemeriksaan klinis, pengujian sampel lingkungan, hingga surveilans penyakit menular itu justru dibiarkan terbengkalai. Celakanya, proyek mangkrak ini berdiri telanjang di jalur Lintas Barat—hanya berjarak sekitar 50 meter dari Rumah Dinas Bupati Tanggamus.

Kondisi ini memicu sindiran pedas dan keheranan dari warga sekitar. Janji fasilitas kesehatan megah kini berubah menjadi bahan cemoohan.

“Masyarakat heran, kenapa bangunan ini tidak dilanjutkan padahal dulu Bupati yang paling semangat meresmikan. Penantian warga yang dulunya gembira sekarang cuma gigit jari. Bangunan mewah Rp8 miliar ini cuma jadi pajangan buat ditunggu makhluk gaib,” cetus seorang warga lokal dengan nada kecewa.

Ia juga menyoroti lambatnya pergerakan aparat dan media dalam mengawal dugaan penyimpangan proyek bernilai fantastis tersebut.

“Coba dari dulu dibuat beritanya. Kayaknya tidak ada yang berani usut sejauh ini. Pihak penegak hukum juga tidak ada reaksi sama sekali dengan mangkraknya bangunan ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Kesehatan maupun kontraktor pelaksana terkait alasan penghentian pengerjaan proyek senilai miliaran rupiah tersebut.

Baca juga:  Bupati Lampung Selatan Lantik Pejabat Administrator dan Camat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™