TINTA INFORMASI | PALEMBANG – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kodam II/Sriwijaya menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 1.545 titik KDKMP dilaporkan telah mencapai progres pembangunan 100 persen.
Hal tersebut disampaikan dalam Video Conference (Vicon) bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita yang diikuti jajaran Kodam II/Sriwijaya dari Puskodalopsdam II/Sriwijaya, Selasa (13/10/2026).
Vicon tersebut digelar untuk mengevaluasi perkembangan pembangunan KDKMP, memastikan kesiapan operasional gerai, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E., M.M., Aster Kasdam II/Sriwijaya Kolonel Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos., Aslog Kasdam II/Sriwijaya Kolonel Kav Solikhin, S.Sos., M.M., serta Kazidam II/Sriwijaya yang diwakili.
Dalam arahannya, Wakil Panglima TNI menyampaikan bahwa secara nasional terdapat 1.083 titik KDKMP yang telah siap beroperasi.
Titik-titik tersebut diminta terus dipantau dan didorong agar dapat segera menjalankan kegiatan operasional secara optimal.
Selain kesiapan fisik, persoalan sarana pendukung juga menjadi perhatian. Wapang TNI menegaskan bahwa gerai KDKMP yang pembangunannya telah selesai namun belum mendapatkan aliran listrik harus segera dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Langkah tersebut dinilai penting agar gerai yang telah selesai dibangun tidak berhenti pada tahap pembangunan fisik, tetapi dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas koperasi.
Wapang TNI juga memberikan perhatian terhadap optimalisasi peran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dalam mendukung percepatan pembangunan KDKMP.
Sementara itu, dari sisi sumber daya manusia, penempatan manajer KDKMP diharapkan mempertimbangkan faktor kedekatan dengan domisili masing-masing.
Pertimbangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas sekaligus mendukung kelancaran operasional koperasi di setiap wilayah.
Dalam mendukung kegiatan operasional, Wapang TNI turut menekankan pemanfaatan kendaraan truk untuk mendukung distribusi logistik dan bahan pokok ke gerai-gerai KDKMP.
Para Komandan Kodim (Dandim) diminta menunjuk personel yang memiliki integritas dan kompetensi untuk mengoperasikan kendaraan distribusi tersebut.
Dengan demikian, proses penyaluran barang diharapkan dapat berlangsung secara tertib, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Selain distribusi, tertib administrasi dalam proses transisi jabatan juga menjadi perhatian. Setiap pergantian pejabat harus disertai serah terima tugas dan tanggung jawab, termasuk pertanggungjawaban keuangan yang dilakukan secara jelas.
Lebih dari 8.000 KDKMP Ditargetkan Siap Beroperasi
Wapang TNI juga menargetkan lebih dari 8.000 titik KDKMP di seluruh Indonesia siap beroperasi pada 15 Oktober 2026.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat implementasi KDKMP agar keberadaannya tidak hanya terlihat dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga diikuti kesiapan operasional dan sarana pendukung.
Melalui evaluasi serta koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, pembangunan KDKMP diharapkan dapat segera memasuki tahap operasional secara optimal.
Ketersediaan sarana pendukung, kesiapan sumber daya manusia, sistem distribusi yang efektif, serta tertib administrasi menjadi sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan.
Dengan kesiapan tersebut, KDKMP diharapkan dapat segera menjalankan fungsinya sebagai penggerak perekonomian desa dan kelurahan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. (abs)
