TINTA INFORMASI, Lampung – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas secara resmi memulai pembangunan Masjid Darussalam di Pekon Bandungbaru Barat, Kecamatan Adiluwih, dengan melakukan peletakan batu pertama, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pringsewu Sunaji, M.Pd., Camat Adiluwih Yuli Saptikawati, S.Pd., Kepala Pekon Bandungbaru Barat Rohidin, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, di antaranya KH. Sujadi dan H. Jamil.
Dalam sambutannya, Bupati Riyanto Pamungkas menyampaikan bahwa pembangunan masjid tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan keikhlasan umat dalam mengharap ridha Allah SWT.
“Membangun masjid bukanlah tentang seberapa tinggi kubah atau megah tiangnya. Hakikat membangun rumah Allah adalah tentang seberapa tulus menyatukan niat dan melangkahkan kaki bersama,” ujar Riyanto.
Ia juga mengutip Surah At-Taubah ayat 18 yang menjelaskan bahwa orang-orang yang memakmurkan masjid adalah mereka yang beriman kepada Allah SWT, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut kepada selain-Nya.
Menurutnya, setiap bentuk kontribusi masyarakat dalam pembangunan masjid, baik berupa tenaga, materi, pikiran, maupun doa, memiliki nilai ibadah yang besar di hadapan Allah SWT.
“Bapak dan Ibu yang ikut berkontribusi dalam pembangunan masjid ini, baik dengan tenaga, harta, pikiran maupun doa, insyaallah akan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” katanya.
Riyanto menambahkan, Allah SWT tidak menilai besar kecilnya sumbangan yang diberikan, melainkan keikhlasan hati setiap hamba yang beramal.
Karena itu, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat diharapkan terus terjaga hingga pembangunan masjid rampung.
Ia berharap Masjid Darussalam nantinya tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan bagi generasi muda, wadah mempererat silaturahmi, serta tempat bermusyawarah dan saling membantu di tengah kehidupan masyarakat.
Bupati juga mengajak panitia pembangunan dan seluruh warga Pekon Bandungbaru Barat untuk terus menjaga kekompakan selama proses pembangunan berlangsung.
“Kalaupun ada perbedaan pendapat selama proses pembangunan, selesaikanlah dengan musyawarah yang sejuk demi rumah Allah SWT,” pesannya.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas dimulainya pembangunan rumah ibadah tersebut, kegiatan ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng yang disaksikan masyarakat setempat.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, menandai dimulainya pembangunan Masjid Darussalam yang diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial dan keagamaan bagi warga Pekon Bandungbaru Barat. (aan)

