Banner Top Up Produk Digital
BeritaPendidikanSumatera Selatan

SMPN 1 Indralaya Selatan Dorong Transformasi Digital, Manajemen Sekolah Mulai Berbasis Teknologi

46
×

SMPN 1 Indralaya Selatan Dorong Transformasi Digital, Manajemen Sekolah Mulai Berbasis Teknologi

Sebarkan artikel ini
SMPN 1 Indralaya Selatan Dorong Transformasi Digital, Manajemen Sekolah Mulai Berbasis Teknologi

TINTA INFORMASI, Sumsel – Transformasi digital di sektor pendidikan terus berkembang seiring upaya pemerintah meningkatkan kualitas pembelajaran dan tata kelola sekolah. Perubahan tersebut juga mulai diterapkan di SMP Negeri 1 Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, melalui pengembangan manajemen sekolah berkelanjutan berbasis digital.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah sekolah untuk membangun sistem pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Penerapan manajemen berbasis digital di SMP Negeri 1 Indralaya Selatan terungkap dalam penelitian berjudul “Transformasi Manajemen Berkelanjutan Berbasis Digital dalam Peningkatan Sistem Pembelajaran di SMP Negeri 1 Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir” yang dilakukan oleh Reni Januarti.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 10 partisipan. Mereka terdiri atas unsur wakil kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, dan komite sekolah.

Gunakan Berbagai Platform Digital

Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Negeri 1 Indralaya Selatan telah memanfaatkan sejumlah teknologi digital untuk mendukung kegiatan pembelajaran maupun administrasi sekolah.

Beberapa di antaranya adalah Google Classroom, platform pembelajaran daring, aplikasi e-Rapor, sistem administrasi berbasis cloud, serta berbagai media komunikasi digital.

Pemanfaatan teknologi tersebut memberikan sejumlah kemudahan. Guru dapat menyampaikan materi pembelajaran secara lebih fleksibel, sementara proses evaluasi dan pengelolaan administrasi dapat dilakukan dengan bantuan sistem digital.

Baca juga:  DPC HSB OKI Matangkan Konsolidasi Jelang Pelantikan DPP Periode 2026-2031

Meski demikian, penelitian menemukan bahwa penerapan teknologi di sekolah tersebut masih dilakukan secara parsial. Sejumlah sistem digital belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam kebijakan manajemen sekolah untuk jangka panjang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi. Sekolah juga membutuhkan sistem pengelolaan yang terarah agar berbagai teknologi yang digunakan dapat saling mendukung.

Infrastruktur dan Kompetensi Masih Jadi Tantangan

Dalam proses penerapannya, sekolah masih menghadapi sejumlah kendala. Penelitian mencatat keterbatasan infrastruktur teknologi, kompetensi digital guru yang belum merata, serta belum tersusunnya standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur penerapan sistem digital secara menyeluruh.

Salah seorang guru yang menjadi partisipan penelitian mengungkapkan bahwa sebagian tenaga pendidik masih mengombinasikan Google Classroom dengan aplikasi perpesanan dan pencatatan manual.

Kondisi tersebut terjadi karena belum seluruh guru merasa nyaman dan terbiasa menggunakan platform digital secara penuh dalam kegiatan pembelajaran.

ADVERTISEMENT

Persoalan serupa juga ditemukan dalam pengelolaan administrasi sekolah. Tenaga administrasi mengakui masih terjadi tumpang tindih pengelolaan data karena sejumlah aplikasi yang digunakan belum terintegrasi satu sama lain.

Akibatnya, proses pengelolaan data terkadang harus dilakukan melalui beberapa sistem secara bersamaan.

Digitalisasi Berdampak Positif pada Pembelajaran

Di tengah berbagai kendala tersebut, penelitian juga menemukan dampak positif dari penerapan teknologi digital terhadap proses pembelajaran.

Baca juga:  Pemkab Pesawaran Lantik 123 Pejabat Fungsional, Wabup Antonius TekankanProfesionalisme dan Integritas ASN
ADVERTISEMENT

Penggunaan video pembelajaran, kuis daring, serta berbagai media digital dinilai mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.

Teknologi juga memberikan ruang bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih beragam. Selain itu, penggunaan platform digital dapat membantu guru dalam melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa.

Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan dari sisi administrasi, tetapi juga dapat memperkaya pengalaman belajar peserta didik.

Perlu Dukungan Manajemen Sekolah

Temuan penelitian tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional yang terus mendorong digitalisasi pendidikan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan berbagai program terkait mendorong pemanfaatan teknologi informasi di sekolah, mulai dari pengembangan platform pembelajaran, digitalisasi administrasi pendidikan, peningkatan kompetensi digital guru, hingga pembangunan ekosistem pendidikan berbasis teknologi.

Namun, transformasi digital pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat maupun aplikasi.

Keberhasilan digitalisasi pendidikan juga membutuhkan kepemimpinan sekolah yang adaptif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, budaya organisasi yang mendukung inovasi, serta investasi berkelanjutan pada infrastruktur teknologi.

Karena itu, sekolah perlu memastikan bahwa penggunaan teknologi berjalan seiring dengan perubahan sistem manajemen dan budaya kerja.

Rekomendasikan Penguatan Literasi Digital

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, SMP Negeri 1 Indralaya Selatan direkomendasikan memperkuat pelatihan literasi digital bagi guru dan tenaga kependidikan.

Baca juga:  ‎Hamburkan Miliaran Rupiah, Proyek 7 Gudang Resi Terbengkalai di Lampung Layak Diaudit!‎

Selain itu, sekolah perlu menyusun kebijakan internal yang terintegrasi agar penggunaan berbagai platform digital memiliki arah yang jelas dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Penguatan jaringan internet dan sarana pendukung juga dinilai penting untuk memastikan proses digitalisasi berjalan secara optimal.

Penelitian turut merekomendasikan pembentukan komunitas belajar digital antarguru. Wadah tersebut dapat dimanfaatkan para pendidik untuk saling berbagi pengalaman, metode pembelajaran, serta praktik baik dalam memanfaatkan teknologi.

Langkah tersebut dinilai penting agar transformasi digital tidak berhenti sebatas penggunaan aplikasi.

Sebaliknya, digitalisasi diharapkan menjadi bagian dari sistem manajemen sekolah yang berkelanjutan sekaligus mampu mendorong peningkatan mutu pembelajaran secara menyeluruh.

Penelitian Reni Januarti tersebut pada akhirnya dapat menjadi referensi bagi sekolah lain, terutama sekolah di daerah, dalam mengembangkan tata kelola pendidikan berbasis digital yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Transformasi digital di sekolah pun tidak lagi sekadar persoalan mengganti buku dengan layar atau mengubah administrasi manual menjadi aplikasi. Lebih jauh, perubahan tersebut menyangkut bagaimana teknologi dapat menjadi bagian dari budaya sekolah untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan tata kelola pendidikan yang berkelanjutan. (rls/pwt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™