Scroll untuk baca artikel
🚀 JASA PEMBUATAN WEBSITE
WEBSITE MURAH
Profesional • Cepat • Terjangkau
Mulai dari $$
✓ Website Profesional
✓ Tampilan Responsif
✓ Cocok untuk Bisnis & UMKM
💻 PESAN SEKARANG
Neverhide
Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerah

14 Camat Baru Tanggamus Resmi Dilantik, Bupati Pesan Jangan Cuma Duduk di Kantor

41
×

14 Camat Baru Tanggamus Resmi Dilantik, Bupati Pesan Jangan Cuma Duduk di Kantor

Sebarkan artikel ini
14 Camat Baru Tanggamus Resmi Dilantik, Bupati Pesan Jangan Cuma Duduk di Kantor

TINTA INFORMASI, TANGGAMUS – Baru sehari setelah dilantik, 14 camat baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus langsung menerima tugas dan tanggung jawab di wilayah masing-masing.

Serah Terima Jabatan (Sertijab) Camat digelar Kamis, 27 Agustus 2026, di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Tanggamus. Prosesi tersebut dipimpin Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, yang membacakan amanat Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Pelantikan dan pergantian camat tersebut menjadi bagian dari rotasi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanggamus terhadap 78 pejabat.

Mutasi tidak hanya menyentuh posisi camat. Sejumlah pejabat yang sebelumnya pernah memimpin kecamatan juga mendapat penugasan baru pada posisi lainnya.

14 Camat Baru di Tanggamus

Dalam rotasi tersebut, sebanyak 14 pejabat resmi menerima amanah untuk memimpin kecamatan. Berikut daftar lengkapnya:

  • Ali Imron – Camat Wonosobo
  • Aguslan – Camat Cukuh Balak
  • Eko Setiono – Camat Gisting
  • Iskandar – Camat Kelumbayan
  • Nurdiansyah – Camat Kelumbayan Barat
  • Edi Yulian – Camat Pematang Sawa
  • Romas Yadi – Camat Pugung
  • Yusmanto Agung – Camat Semaka
  • Joni Repi – Camat Pulau Panggung
  • Senen – Camat Sumberejo
  • Edwin Syah – Camat Air Naningan
  • Enie Yusnita Linda – Camat Ulu Belu
  • Sujono – Camat Bandar Negeri Semuong
  • Sarif Hidayat Bangsawan – Camat Kota Agung Barat
Baca juga:  Hendra Ferry Lantik Pengurus Pramuka Bandar Negeri Semuong Masa Bakti 2025-2028

Camat Jadi Ujung Tombak Pemerintahan

Dalam amanatnya, Bupati Saleh Asnawi yang dibacakan Wakil Bupati Agus Suranto menekankan posisi camat yang sangat strategis dalam menjalankan roda pemerintahan daerah.

Camat tidak boleh memandang tugas hanya sebatas urusan administrasi. Mereka dituntut mampu menjadi pemimpin wilayah sekaligus koordinator, fasilitator, komunikator, hingga problem solver ketika masyarakat menghadapi persoalan.

Bupati meminta para camat tidak hanya menunggu laporan yang datang dari bawahannya.

“Jangan hanya menunggu laporan dari bawahan, tetapi harus hadir, turun ke lapangan dan melihat secara langsung kondisi masyarakat,” demikian pesan Bupati.

Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa seorang camat dituntut memiliki kepekaan terhadap kondisi wilayah yang dipimpinnya.

Diminta Kenali Wilayah dan Dekat dengan Warga

Bupati Saleh Asnawi juga meminta seluruh camat baru mengenali wilayah kerjanya secara menyeluruh.

Pengetahuan itu mencakup potensi daerah, persoalan yang dihadapi masyarakat, hingga karakter warga di masing-masing wilayah.

Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu kunci agar pemerintah kecamatan mampu merespons persoalan secara cepat dan tepat.

“Jadilah Camat yang dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Untuk membangun pemerintahan yang efektif, para camat juga diminta memperkuat komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Mulai dari kepala pekon, lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, pelaku dunia usaha hingga kelompok masyarakat lainnya.

Sebab, pemerintahan di tingkat kecamatan tidak mungkin berjalan hanya mengandalkan camat dan jajaran birokrasi.

ADVERTISEMENT

Kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan program pemerintah berjalan dan persoalan di lapangan dapat segera ditangani.

Integritas dan Netralitas Jadi Perhatian

Selain kedekatan dengan masyarakat, Bupati Saleh Asnawi kembali mengingatkan para camat mengenai pentingnya integritas dan netralitas dalam menjalankan tugas.

Jabatan yang diberikan kepada para camat merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Bukan hanya kepada pimpinan dan organisasi pemerintahan, tetapi juga kepada masyarakat dan Allah SWT.

Karena itu, para camat diminta menjadi contoh bagi aparatur maupun masyarakat dengan menjaga kedisiplinan, kejujuran, loyalitas, profesionalisme serta etika dalam bekerja.

Bupati juga kembali menekankan budaya kerja Jalan Lurus, yaitu bekerja dengan jujur, disiplin, bertanggung jawab dan istiqamah dalam menjalankan pengabdian.

Bukan Sekadar Pergantian Jabatan

Bagi 14 camat yang baru menerima amanah, sertijab bukan sekadar seremoni atau perpindahan posisi di struktur pemerintahan.

Di balik jabatan tersebut terdapat tanggung jawab yang jauh lebih besar: memimpin wilayah, melayani masyarakat, menyelesaikan persoalan, serta memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan hingga tingkat paling bawah.

Karena itu, pesan Bupati Saleh Asnawi menjadi garis tegas bagi para camat baru.

Jangan hanya duduk di belakang meja dan menunggu laporan. Turun ke lapangan, temui masyarakat, dengarkan persoalannya, dan pastikan pemerintah hadir ketika warga membutuhkan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™