TINTA INFORMASI, PESAWARAN – Genap satu tahun memimpin Kabupaten Pesawaran, Bupati Nanda Indira B. bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, mencatat sejumlah capaian pembangunan yang menjadi pijakan untuk melanjutkan program strategis di Bumi Andan Jejama.
Pasangan Nanda-Anton resmi dilantik pada 27 Agustus 2025. Sejak saat itu, keduanya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran berupaya mengarahkan pembangunan agar tidak sekadar menghasilkan capaian fisik, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Mengusung visi Pesawaran Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif dan Produktif (CAKEP), Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus melakukan pembenahan di berbagai sektor. Pembangunan diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap wilayah.
Indikator Pembangunan
Satu tahun perjalanan pemerintahan Nanda-Anton ditandai dengan sejumlah indikator makro pembangunan yang menunjukkan perkembangan positif.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pesawaran tercatat mencapai 5,38 persen. Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan bergeraknya sejumlah sektor produktif di daerah.
Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pesawaran meningkat menjadi 70,90. Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator adanya perkembangan pada aspek pendidikan, kesehatan, serta standar hidup masyarakat.
Pemerintah daerah juga mencatat penurunan angka kemiskinan hingga 10,93 persen, yang diikuti dengan berbagai upaya untuk menekan tingkat pengangguran.
Sementara itu, stabilitas harga tetap menjadi perhatian pemerintah. Inflasi Kabupaten Pesawaran berada di angka 0,44 persen, yang menunjukkan kondisi harga relatif terkendali sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Berbagai indikator tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus pijakan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam memperkuat pembangunan ke depan.
10 Program Prioritas Jadi Penggerak Pembangunan
Untuk memastikan pembangunan menyentuh kebutuhan masyarakat secara lebih konkret, Pemerintah Kabupaten Pesawaran menjalankan 10 Program Prioritas Terintegrasi.
Program tersebut tidak hanya dikerjakan melalui kebijakan pemerintah daerah, tetapi juga diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai lembaga hingga kementerian di tingkat pusat untuk menjaring aspirasi, dukungan program, serta peluang kerja sama yang dapat diterapkan di daerah.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperluas manfaat program pemerintah.
Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus melakukan pembenahan jaringan jalan kabupaten.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah melalui Satgas Tambal Sulam, yang difokuskan untuk mempercepat penanganan ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Upaya tersebut turut mendorong peningkatan tingkat kemantapan jalan yang kini mencapai 55,27 persen.
Perbaikan infrastruktur menjadi penting karena kondisi jalan berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, distribusi barang, akses terhadap layanan publik, serta aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Pesawaran.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting dari pembangunan.
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Gedong Tataan menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk memperkuat akses pendidikan.
Selain itu, rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Pariwisata di Kecamatan Kedondong diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda.
Keberadaan fasilitas pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.
Potensi Lokal Dipacu Menjadi Kekuatan Ekonomi
Pembangunan Pesawaran tidak hanya bertumpu pada sektor pemerintahan dan infrastruktur. Pemerintah daerah juga berupaya mengembangkan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian.
Melalui pengembangan Kawasan Wisata Terpadu (KWT), Pemerintah Kabupaten Pesawaran berupaya menghubungkan berbagai potensi wisata, mulai dari kawasan pesisir hingga kepulauan.
Konsep tersebut tidak hanya menonjolkan keindahan alam. Pemerintah juga ingin mengintegrasikan unsur budaya, UMKM, serta kreativitas masyarakat agar aktivitas pariwisata memberikan efek ekonomi yang lebih luas.
Dengan pendekatan tersebut, destinasi wisata diharapkan tidak sekadar menjadi tempat kunjungan, tetapi berkembang menjadi ruang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pengelolaan Lingkungan Masuk Agenda Strategis
Persoalan lingkungan juga menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyiapkan rencana pengembangan fasilitas pengolahan sampah berkelanjutan di TPA Taman Sari.
Pengembangan fasilitas tersebut diarahkan untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Di sisi lain, program tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra dan investor sehingga persoalan lingkungan dapat ditangani sekaligus memberikan nilai ekonomi.
Di tengah berbagai agenda pembangunan, Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Salah satu capaian yang menjadi catatan penting ialah keberhasilan Kabupaten Pesawaran mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut.
Predikat tersebut menjadi bagian dari indikator pengelolaan keuangan daerah sekaligus penguat komitmen pemerintah untuk menjalankan pemerintahan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Nanda: Masih Banyak Pekerjaan yang Harus Diselesaikan
Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya, Bupati Pesawaran Nanda Indira menilai berbagai capaian yang telah diraih bukanlah garis akhir.
Menurutnya, capaian tersebut justru harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan pada tahun-tahun berikutnya.
“Apa yang telah kita capai selama satu tahun ini harus menjadi pijakan untuk bekerja lebih baik. Masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan, masih banyak potensi yang harus kita kembangkan, dan masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus kita jawab. Karena itu, semangat kolaborasi harus terus kita jaga,” ujar Nanda.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan besar untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Antonius: Pembangunan Harus Membuka Peluang Ekonomi
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menekankan pentingnya membangun keterhubungan antara kebijakan pemerintah dan potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat.
Menurut Antonius, pembangunan tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur atau proyek fisik. Lebih dari itu, setiap kebijakan harus mampu menciptakan peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin pembangunan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi mampu membuka kesempatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, potensi yang ada di desa harus kita dorong menjadi kekuatan ekonomi daerah,” kata Antonius.
Pandangan tersebut menjadi salah satu arah pembangunan Pesawaran untuk mendorong desa dan masyarakat lokal menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Tahun Kedua Jadi Fase Melanjutkan Fondasi
Satu tahun kepemimpinan Nanda-Anton menjadi bagian awal dari perjalanan panjang Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Berbagai capaian yang telah diraih menjadi modal untuk menghadapi tantangan berikutnya. Sementara sejumlah program yang masih dalam proses menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dikawal agar tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga pemerintah pusat, Kabupaten Pesawaran berupaya membangun fondasi yang semakin kokoh.
Target akhirnya bukan semata mengejar angka pembangunan, melainkan memastikan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas manusia, pelayanan publik, infrastruktur, serta pengembangan potensi daerah benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Pesawaran. (red)
