Scroll untuk baca artikel
Banner Top Up Produk Digital
AdvetorialBeritaDaerahPemerintahanTanggamus

MAS TOSA: Wabup Tanggamus Monitoring Implementasi Pengolahan Sampah Organik

48
×

MAS TOSA: Wabup Tanggamus Monitoring Implementasi Pengolahan Sampah Organik

Sebarkan artikel ini
MAS TOSA: Wabup Tanggamus Monitoring Implementasi Pengolahan Sampah Organik

TINTAINFORMASI.COM, TANGGAMUS – Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto bersama tim melakukan monitoring implementasi Gerakan MAS TOSA (Masyarakat Tanggamus Olah Sampah) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tanggamus, Senin (10/8/2026).

Monitoring tersebut menitikberatkan pada penerapan Peyeyuhan atau Komposter Sumur, yakni salah satu metode pengolahan sampah organik secara mandiri sejak dari sumbernya.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.30 WIB. Dalam kunjungan tersebut, Agus tidak hanya melihat penerapan program di dua organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga menyerahkan Sertifikat Apresiasi kepada Disdukcapil dan BKPSDM.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan dukungan kedua OPD dalam menjalankan Gerakan MAS TOSA.

Agus menegaskan, monitoring tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah Kabupaten Tanggamus akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan program benar-benar diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

“MAS TOSA tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Kita ingin melihat bagaimana pengelolaan sampah ini benar-benar berjalan, terutama sampah organik yang bisa diolah dari sumbernya,” ujar Agus.

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kepatuhan, partisipasi, serta perubahan perilaku dari seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, Pemkab Tanggamus berencana memperluas monitoring implementasi MAS TOSA ke berbagai lingkungan.

“Ke depan monitoring akan kita perluas, mulai dari OPD, fasilitas kesehatan, sekolah, tempat usaha, kantor pekon, sampai ke lingkungan permukiman masyarakat,” katanya.

Agus menilai pengolahan sampah organik dari sumbernya menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Melalui MAS TOSA, masyarakat maupun institusi diharapkan tidak hanya memilah sampah, tetapi juga mulai mengolah sampah organik secara mandiri sehingga dapat memberikan manfaat kembali bagi lingkungan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak seharusnya hanya terlihat ketika ada penilaian atau kunjungan monitoring. Pengelolaan sampah harus menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

“Target kita jelas, bagaimana membangun kepatuhan, meningkatkan partisipasi dan mengubah perilaku dalam pengelolaan sampah organik. MAS TOSA harus menjadi praktik nyata dan tanggung jawab bersama,” tegas Agus.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus memastikan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan untuk mengetahui sejauh mana implementasi MAS TOSA berjalan di lapangan.

Selain memastikan program diterapkan di lingkungan pemerintahan, perluasan monitoring juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak pihak ikut mengambil bagian dalam menangani persoalan sampah di Kabupaten Tanggamus.

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, Gerakan MAS TOSA diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah program pemerintah, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. (**)

Baca juga:  Diduga Keracunan, Ketua PPWI OKI Minta Pemda Segera Evaluasi, dan Awasi Penyedia Makan Bergizi Gratis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™