TINTAINFORMASI.COM, LAMPUNG SELATAN – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Fahror Rozi, melaksanakan kegiatan Reses Tahap VI Masa Sidang II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) II Lampung Selatan.
Kegiatan reses yang berlangsung di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, tersebut digelar di tiga titik, yakni Desa Waisidomukti, Desa Pematang Pasir, dan Desa Ketapang, Senin (10/8/2026).
Reses menjadi momentum bagi Fahror Rozi untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus berdialog secara langsung mengenai berbagai kebutuhan pembangunan, persoalan sosial, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.
Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat nantinya akan dihimpun dan diperjuangkan melalui program pembangunan di tingkat Provinsi Lampung sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Pada titik kedua, kegiatan reses berlangsung di kediaman Amir Sofyan, RT 04/RW 01, Purwosari, Desa Pematang Pasir.
Kehadiran Fahror Rozi diterima oleh Sekretaris Desa Pematang Pasir, Ahmad Fauzi, yang mewakili kepala desa, bersama perangkat desa dan sejumlah perwakilan masyarakat.
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai cukup mendesak, khususnya berkaitan dengan infrastruktur dan fasilitas keagamaan.
Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah kebutuhan satu unit pendingin ruangan (AC) 2 PK untuk menunjang kenyamanan kegiatan masyarakat di musala.
Selain itu, persoalan drainase menjadi perhatian utama warga. Infrastruktur pengendali aliran air tersebut dinilai mendesak untuk segera direalisasikan lantaran sejumlah titik di wilayah desa kerap mengalami banjir ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Sekretaris Desa Pematang Pasir, Ahmad Fauzi, mengatakan pihak desa bersama relawan bahkan telah melakukan pengukuran untuk pembangunan drainase sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga kini, rencana tersebut belum terealisasi.
Menurutnya, pembangunan drainase sangat dibutuhkan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan, terutama saat memasuki musim penghujan.
“Pihak desa bersama relawan sudah melakukan pengukuran drainase sejak beberapa tahun lalu. Namun sampai sekarang belum terealisasi. Kami berharap aspirasi ini dapat segera ditindaklanjuti karena keberadaan drainase sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Ahmad Fauzi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Fahror Rozi mengatakan usulan pembangunan drainase akan segera dikomunikasikan dengan dinas terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.
Ia menegaskan, aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses merupakan bagian penting dalam proses penyusunan dan pengawalan program pembangunan daerah.
Sementara untuk kebutuhan satu unit AC 2 PK di musala, Fahror Rozi menyatakan komitmennya untuk membantu merealisasikan usulan tersebut dalam waktu dekat.
“Untuk usulan warga mengenai satu unit AC 2 PK untuk musala, insyaallah akan segera saya realisasikan pada akhir Agustus 2026,” kata Fahror Rozi.
Ia berharap kegiatan reses tidak hanya menjadi agenda rutin anggota legislatif, tetapi benar-benar menjadi ruang komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat.
Dengan dialog langsung tersebut, kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat di lapangan dapat diketahui dan kemudian diperjuangkan melalui kebijakan maupun program pembangunan yang sesuai.
Reses di Kecamatan Ketapang ini pun menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan konstituen sekaligus memastikan aspirasi masyarakat desa tetap menjadi perhatian dalam pembangunan di Provinsi Lampung. (rs)
