Banner Top Up Produk Digital
BeritaPolitik

Musda Golkar Lampung Disorot, Alzier Berencana Temui Bahlil Bahas Konsolidasi Bandar Lampung dan Tanggamus

40
×

Musda Golkar Lampung Disorot, Alzier Berencana Temui Bahlil Bahas Konsolidasi Bandar Lampung dan Tanggamus

Sebarkan artikel ini
Musda Golkar Lampung Disorot, Alzier Berencana Temui Bahlil Bahas Konsolidasi Bandar Lampung dan Tanggamus

BANDAR LAMPUNG, TINTA INFORMASI – Dinamika internal Partai Golkar di Lampung kembali menjadi perhatian. Kali ini, sorotan mengarah pada proses Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Tanggamus yang masih menyisakan dinamika dalam proses konsolidasi organisasi.

Ketua Depidar VII Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Provinsi Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie (ADT), menyatakan berencana menemui Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk menyampaikan pandangannya terkait perkembangan organisasi di Lampung.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Alzier menyebut rencana tersebut berkaitan dengan tanggung jawab moralnya sebagai pimpinan organisasi yang memiliki hubungan historis dengan Partai Golkar. Menurut dia, soliditas internal dan keberlangsungan konsolidasi di daerah perlu menjadi perhatian bersama.

“Sebagai Ketua Depidar VII/SOKSI Provinsi Lampung, saya mempunyai tanggung jawab moral terhadap soliditas Partai Golkar,” ujar Alzier, Jumat malam (25/9/2026).

Alzier Soroti Konsolidasi Internal Golkar Lampung

Alzier menilai dinamika yang muncul dalam sejumlah agenda Musda DPD II Partai Golkar di Lampung perlu mendapatkan perhatian dari struktur partai di tingkat pusat.

Menurut dia, konsolidasi organisasi semestinya tetap mengedepankan mekanisme internal, komunikasi antarkader, serta kepentingan menjaga keutuhan partai.

Ia berpandangan bahwa perbedaan kepentingan dalam organisasi politik membutuhkan ruang penyelesaian agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih panjang.

Baca juga:  ‎Kemenag Kecolongan: Penyelewengan Anggaran MAN 1 Kota Agung Tembus Miliaran Rupiah‎

“Bagaimana Partai Golkar bisa besar jika konflik terus mewarnai partai ini di Lampung. Sementara partai lain sudah berlari,” ujar Alzier.

Meski demikian, Alzier menyatakan keyakinannya bahwa kader dan struktur Partai Golkar di Lampung masih memiliki kemampuan untuk menjaga kondisi tetap kondusif di tengah dinamika organisasi.

Karena itu, ia mendorong agar persoalan internal diselesaikan melalui mekanisme organisasi dan komunikasi antara DPP dengan struktur partai di daerah.

Salah satu dinamika yang menjadi sorotan terjadi dalam Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung yang digelar pada Senin (21/9/2026).

Dalam forum tersebut, H. Rycko Menoza SZP., MBA ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung periode 2026–2031.

ADVERTISEMENT

Rycko menjadi satu-satunya bakal calon yang mendaftarkan diri hingga batas akhir penjaringan. Setelah menjalani pemeriksaan dan verifikasi, berkas pencalonannya dinyatakan memenuhi persyaratan.

Namun, dinamika muncul setelah proses pemilihan ketua memasuki tahap penyusunan kepengurusan.

Sejumlah pemberitaan menyebut tim formatur menghadapi kebuntuan dalam menentukan komposisi kepengurusan. Bahkan, terdapat laporan mengenai ketidaksepakatan sejumlah anggota formatur terhadap proses penyusunan struktur pengurus.

ADVERTISEMENT

Situasi tersebut kemudian menjadi bagian dari pembicaraan mengenai konsolidasi internal Partai Golkar di Kota Bandar Lampung.

Di sisi lain, setelah terpilih, Rycko mengajak seluruh kader dan elemen Partai Golkar Kota Bandar Lampung untuk kembali merapatkan barisan serta menjaga soliditas organisasi.

Baca juga:  Kepala Yayasan Pondok Pesantren Nurussalam Diduga Intimidasi Dan Meminta Uang Sejumlah 6 Juta Ke Pelaku Tipiring

Dengan demikian, dinamika Musda Bandar Lampung tidak hanya berkaitan dengan proses pemilihan ketua, tetapi juga menyangkut pembentukan struktur kepengurusan dan konsolidasi setelah forum Musda berakhir.

Selain Bandar Lampung, dinamika organisasi juga muncul dalam agenda Musda VI Partai Golkar Kabupaten Tanggamus.

Pemberitaan pada Juni 2026 menyebut agenda Musda Tanggamus mengalami penundaan karena persoalan administrasi yang berkaitan dengan DPP Partai Golkar.

Namun, terdapat pula pemberitaan dan dokumentasi kelembagaan yang menunjukkan bahwa agenda Musda VI Partai Golkar Tanggamus berlangsung pada 15 Juni 2026. Bawaslu Kabupaten Tanggamus, misalnya, mencatat kehadirannya dalam kegiatan tersebut.

Perbedaan informasi mengenai pelaksanaan agenda tersebut menunjukkan bahwa dinamika Musda Tanggamus menjadi salah satu bagian dari persoalan konsolidasi organisasi yang masih mendapat perhatian di internal Golkar Lampung.

Bagi Alzier, perkembangan tersebut perlu mendapatkan perhatian dari struktur partai di tingkat pusat agar persoalan organisasi di daerah tidak berlarut-larut.

Alzier menempatkan dinamika Musda di Bandar Lampung dan Tanggamus sebagai bagian dari persoalan konsolidasi organisasi.

Ia menilai perbedaan pandangan di internal partai seharusnya diselesaikan melalui mekanisme organisasi, komunikasi politik yang terbuka, serta penghormatan terhadap aturan internal Partai Golkar.

Rencana pertemuannya dengan Bahlil Lahadalia juga menjadi upaya untuk menyampaikan langsung pandangannya mengenai kondisi organisasi Golkar di Lampung.

Baca juga:  Kapolres Tanggamus Pimpin Sertijab Kabag Ren, Kasat Resnarkoba, dan Tiga Kapolsek

Sementara itu, penetapan Rycko Menoza sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung periode 2026–2031 telah menjadi hasil resmi Musda XI. Tahapan berikutnya berkaitan dengan penyusunan kepengurusan serta pelaksanaan konsolidasi internal setelah forum tersebut.

Dalam konteks organisasi politik, penyelesaian perbedaan internal tidak hanya berkaitan dengan penetapan figur pimpinan. Konsolidasi juga membutuhkan komunikasi antarelemen, kesepahaman mengenai struktur organisasi, serta kejelasan arah kerja kepengurusan.

Rencana Alzier menemui Bahlil kini menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam dinamika internal Partai Golkar Lampung.

Pertemuan tersebut, apabila terlaksana, dapat menjadi ruang bagi Alzier untuk menyampaikan pandangan dari unsur organisasi pendiri Partai Golkar mengenai kondisi konsolidasi di daerah.

Di sisi lain, penyelesaian dinamika internal Golkar Lampung tetap berada dalam ranah mekanisme organisasi partai.

Ke depan, perkembangan konsolidasi akan bergantung pada komunikasi antara DPP dan DPD, proses penyusunan kepengurusan di daerah, serta kemampuan seluruh unsur partai menjaga kesinambungan organisasi.

Dengan demikian, sorotan terhadap Musda Golkar Bandar Lampung dan Tanggamus bukan semata-mata mengenai siapa yang menduduki posisi kepemimpinan. Persoalan yang lebih luas adalah bagaimana seluruh tahapan organisasi dapat berjalan sesuai mekanisme dan menghasilkan konsolidasi yang dapat diterima oleh unsur-unsur internal Partai Golkar. (an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™