TINTA INFORMASI, TANGGAMUS – Polres Tanggamus meningkatkan kesiapsiagaan personel di sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk kawasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang mengalami peningkatan antrean kendaraan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas sekaligus memastikan kehadiran polisi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Arahan itu disampaikan Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., dalam kegiatan Ngobarmas yang berlangsung di koridor utama Mapolres Tanggamus, Kamis (3/9/2026).
Kapolres meminta jajaran Satuan Lalu Lintas, Samapta hingga Bhabinkamtibmas meningkatkan kehadiran personel pada pagi hari, khususnya sebelum pelaksanaan apel pagi.
Personel diminta membantu menyeberangkan anak sekolah dan masyarakat, sekaligus melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah lokasi yang rawan kecelakaan maupun kemacetan.
“Untuk pagi-pagi, personel Polres Tanggamus wajib hadir di situ sebelum apel pagi. Menyeberangkan anak sekolah maupun pengguna jalan, mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, kita harus hadir di situ,” kata Rahmad.
Selain kawasan rawan kecelakaan, Kapolres menyoroti antrean kendaraan di SPBU yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Ia meminta para Kapolsek memahami waktu dan lokasi yang menjadi titik rawan kepadatan di wilayah masing-masing.
Menurut Rahmad, apabila antrean kendaraan di SPBU telah memanjang hingga memasuki atau mengganggu badan jalan, personel harus segera turun melakukan pengaturan.
Kehadiran polisi, kata dia, tidak sekadar untuk berjaga, tetapi harus mampu mengurai antrean dan memastikan kendaraan tidak mengambil jalur berlawanan yang dapat memperparah kemacetan.
“Untuk antrean di SPBU, personel wajib harus ada di sana. Kalau ekornya sudah sekian meter, sudah turun di situ. Harus ada personel di situ ataupun sewaktu-waktu dicek. Ada beberapa titik yang rawan macet,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan agar personel yang bertugas mengatur lalu lintas memiliki keterampilan yang memadai. Pengaturan yang tidak tepat justru dinilai berpotensi memperparah kepadatan, terutama ketika kendaraan diarahkan terlalu ke tengah hingga menggunakan jalur kendaraan dari arah berlawanan.
“Yang penting ada anggota di situ, jangan sampai nanti ada anggota malah bikin macet. Yang sudah terampil untuk mengatur lalu lintas, titik kuncinya di mana harus kita urai, ekornya sampai mana harus kita urai,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Rahmad juga menekankan pentingnya pengawasan internal terhadap seluruh personel, terutama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, pelanggaran disiplin, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), maupun bentuk penyimpangan lainnya.
Ia meminta jajaran pengawasan dan pengendalian (waskat/wasdal), termasuk para Kasat dan Kapolsek, tidak lengah dalam memantau perilaku serta kedisiplinan anggota.
Kapolres menegaskan tidak boleh ada personel yang justru terlibat dalam jaringan narkoba maupun pelanggaran lainnya.
“Jangan sekali-kali, apalagi main di dalam jaringan narkoba. Jangan juga KDRT dan pelanggaran-pelanggaran maupun penyimpangan,” tegasnya.
Rahmad juga meminta para pejabat utama dan pimpinan satuan terus memberikan pengingat serta pembinaan kepada anggota. Pengawasan, menurutnya, harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya ketika persoalan sudah terjadi.
Sementara itu, Wakapolres Tanggamus Kompol Fredy Aprisa Putra, S.H., M.H., meminta seluruh Kabag, Kasat, Kasubbag dan Kasi lebih aktif melakukan pengecekan terhadap anggota, termasuk personel yang bertugas di Polsek jajaran.
Ia mengingatkan agar pimpinan tidak kecolongan dalam mengetahui persoalan yang berkembang di lingkungan internal, terutama jika terdapat anggota yang mulai menunjukkan perilaku indisipliner.
“Dicek kalau memang ada salah satu anggota kita yang selalu telat apel dan sebagainya, itu jadi perhatian. Dipanggil, diajak konsultasi, sharing ada apa dan sebagainya,” kata Fredy.
Menurutnya, pendekatan sejak dini diperlukan agar persoalan yang dialami anggota tidak berkembang menjadi pelanggaran yang lebih berat.
Karena itu, pimpinan diminta tidak membiarkan anggota berjalan tanpa pengawasan dan pembinaan.
“Jangan sampai kita lepas, karena kalau kita lepas nanti malah tambah jauh, timbulnya nanti pelanggaran,” pungkasnya. (**)
