Banner Top Up Produk Digital
BeritaSosial Budaya

Ike Edwin Tekankan Makna Kepemimpinan Adat dalam Pertemuan Adat Nusantara di Bali

37
×

Ike Edwin Tekankan Makna Kepemimpinan Adat dalam Pertemuan Adat Nusantara di Bali

Sebarkan artikel ini

TINTA INFORMASI | BALI – Ketua Dewan Pembina DPP PWDPI sekaligus tokoh adat Lampung, Irjen. Pol. (Purn.) Dr. H. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M., menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kepemimpinan adat dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ike Edwin saat memberikan sambutan dalam Pertemuan Adat Nusantara yang berlangsung di Klungkung, Bali, Sabtu (10/10/2026) malam.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Pertemuan itu mempertemukan sejumlah tokoh adat dari berbagai daerah di Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membahas kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur Nusantara.

Dalam sambutannya, Ike Edwin mengingatkan bahwa kepemimpinan para raja dan pemimpin adat pada masa lalu tidak sekadar berkaitan dengan penyerahan tahta. Menurutnya, kepemimpinan merupakan amanah untuk mengatur kehidupan masyarakat, menjaga keadilan, serta melindungi kepentingan bersama.

“Para raja dan pemimpin adat terdahulu itu tidak menyerahkan tahta semata. Yang mereka serahkan adalah kewenangan untuk mengatur rakyat, menjaga keadilan, dan melindungi kepentingan bersama. Itulah inti amanah yang harus kita jaga bersama,” tegas Ike Edwin.

Ia kemudian menilai berbagai tradisi dan adat istiadat yang berkembang di Nusantara memiliki nilai yang saling beririsan. Salah satunya adalah perhatian terhadap kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Ike Edwin memandang pertemuan antartokoh adat memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan nilai tersebut. Terlebih, perkembangan zaman terus membawa perubahan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Menurut dia, adat dan budaya tidak seharusnya ditempatkan sebagai penghambat kemajuan. Sebaliknya, nilai adat dapat menjadi pijakan agar masyarakat tetap mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas.

“Adat bukan penghalang kemajuan. Adat adalah kompas agar kita maju tanpa kehilangan arah dan jati diri sebagai bangsa yang beradab,” ujarnya.

Pertemuan Adat Nusantara tersebut digelar bersamaan dengan Festival Budaya Kerajaan Klungkung 2026.

Kegiatan itu diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmasyarakat adat dari berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, forum tersebut juga menjadi ruang untuk menjaga keberagaman budaya sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.

Dengan semangat tersebut, para tokoh adat diharapkan terus mengambil peran dalam merawat warisan budaya Nusantara sekaligus mendorong nilai-nilai kebersamaan, keadilan, dan kepedulian terhadap masyarakat agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. (rls)

Baca juga:  Beragam Perlombaan Semarakkan HUT KORPRI ke-54 Kabupaten Pesawaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™