TINTA INFORMASI | LAMPUNG TENGAH – Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) Karang Sari, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, memasuki tahapan penting dengan hadirnya tiga calon yang akan bersaing memperebutkan kepercayaan masyarakat.
Dari tiga calon yang mengikuti kontestasi tersebut, satu di antaranya merupakan petahana, Sudarto. Ia kembali maju untuk mempertahankan posisi sebagai Kepala Kampung Karang Sari.
Sementara itu, dua calon lainnya merupakan pendatang baru yang turut meramaikan persaingan dalam pemilihan kepala kampung tersebut. Ketiganya kini memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja kepada masyarakat Karang Sari.
Persaingan tiga calon tersebut sekaligus menjadi bagian dari dinamika demokrasi di tingkat kampung. Masyarakat memiliki ruang untuk menentukan sosok yang dinilai mampu membawa Karang Sari ke arah pembangunan yang lebih baik.
Pengambilan Nomor Urut Dihadiri Unsur Forkopimcam
Tahapan pengambilan nomor urut calon turut mendapat perhatian dari unsur pemerintah dan aparat keamanan setempat.
Camat Padang Ratu, Awet Agung Rifai, S.H., hadir dalam kegiatan tersebut bersama Danramil Padang Ratu serta jajaran Polsek Padang Ratu.
Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, TNI, dan Polri menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh tahapan Pilkakam Karang Sari berlangsung tertib, aman, dan kondusif.
Selain itu, pengawasan dan koordinasi antarpihak diharapkan dapat menjaga situasi selama proses pemilihan berlangsung, terutama menjelang tahapan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Masyarakat Diminta Jaga Persatuan
Di tengah persaingan tiga calon, masyarakat Karang Sari diharapkan tetap menjaga persatuan dan tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk memecah hubungan antarwarga.
Masyarakat juga diimbau menggunakan hak pilih secara bijak serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Perbedaan pilihan dalam Pilkakam merupakan bagian dari proses demokrasi. Karena itu, setiap calon dan pendukungnya diharapkan dapat menjaga suasana kompetisi tetap sehat serta menghormati pilihan masyarakat.
Siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan warga, kepala kampung terpilih diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik. Selain itu, pemimpin terpilih diharapkan mengutamakan kepentingan masyarakat dan mendorong pembangunan Kampung Karang Sari secara berkelanjutan.
Pilkakam Karang Sari pada akhirnya bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan jabatan kepala kampung. Lebih dari itu, pesta demokrasi tingkat kampung tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang dianggap mampu menjawab kebutuhan warga dan membawa Karang Sari menuju arah yang lebih baik. (eds)
