Bandar LampungDPRD

Anggota DPRD Apresiasi Disdik Lampung Meski Putranya Gagal Masuk SMA Unggul

27
×

Anggota DPRD Apresiasi Disdik Lampung Meski Putranya Gagal Masuk SMA Unggul

Sebarkan artikel ini

Tintainformasi.com, Bandar Lampung — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yudha Al Hajdid, memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, atas pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) berbasis Computer Assisted Test (CAT) dalam proses seleksi Sekolah Unggul.

Apresiasi tersebut disampaikan Yudha meski putranya yang mengikuti seleksi masuk Sekolah Unggul di SMAN 2 Bandar Lampung dan SMAN 10 Bandar Lampung dinyatakan tidak lolos.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Melansir RMOL Lampung, Yudha mengaku menerima hasil tersebut sebagai bagian dari proses seleksi yang dinilainya berjalan objektif dan adil bagi seluruh peserta.

“Anak saya daftar di SMAN 2 dan SMAN 10 tapi gak lulus. Saya sedih tapi saya juga senang karena berarti ini tes yang adil,” kata Yudha, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Yudha, pengalaman yang dialami putranya menjadi bukti bahwa sistem seleksi yang diterapkan tidak memberikan perlakuan khusus kepada peserta tertentu, termasuk anak pejabat maupun anggota legislatif.

Setelah mengetahui hasil seleksi, Yudha mengaku segera mencari alternatif pendidikan lain melalui jalur penerimaan sekolah reguler yang dijadwalkan dibuka pada 15 Juni mendatang.

Baca juga:  Jaringan Media Siber Indonesia dan Komisi Informasi Provinsi Lampung Sepakat Memperkokoh Keterbukaan Informasi

“Berarti kemampuan anak saya bukan di situ. Sekarang kami lagi cari alternatif sekolah reguler,” sambungnya.

Politisi Partai NasDem itu menilai penerapan TPA berbasis CAT mampu menghadirkan proses penerimaan peserta didik yang lebih transparan dan berkeadilan. Selain itu, peserta juga dapat mengetahui hasil tes secara langsung setelah proses seleksi selesai.

“Saya alami sendiri dan saya ikut bangga,” ujarnya.

Yudha berharap sistem seleksi yang mengedepankan kemampuan akademik, transparansi, dan objektivitas tersebut dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, konsistensi dalam menjaga integritas proses penerimaan peserta didik akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung.

“Kalau ini dipertahankan, nilai dan kualitas pendidikan Provinsi Lampung di masa depan. Saya apresiasi sekali,” pungkasnya. (*/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *