Banner Top Up Produk Digital
BeritaEkonomiPemerintahanTanggamus

World Chocolate Day 2026 Pemkab Tanggamus Perkuat Hilirisasi Komoditas Kakao, Kopi dan Kelapa

27
×

World Chocolate Day 2026 Pemkab Tanggamus Perkuat Hilirisasi Komoditas Kakao, Kopi dan Kelapa

Sebarkan artikel ini
World Chocolate Day 2026 Pemkab Tanggamus Perkuat Hilirisasi Komoditas Kakao, Kopi dan Kelapa

TINTA INFORMASI, Lampung – Peringatan World Chocolate Day 2026 di Kabupaten Tanggamus menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah. Melalui tema Strengthening Sustainable Cocoa Partnerships through Agroforestry and Market Collaboration, pemerintah menegaskan komitmennya membangun industri pengolahan kakao, kopi, dan kelapa di daerah guna meningkatkan nilai tambah sekaligus kesejahteraan petani.

Kegiatan yang berlangsung di Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Selasa (28/7/2026), dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Kementerian Perindustrian RI, Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Indonesia, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Rikolto Indonesia, Preferred by Nature, pelaku industri kakao nasional dan internasional, akademisi, hingga ratusan petani kakao dari Kabupaten Tanggamus, Lampung Barat, dan Lampung Timur.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Turut mendampingi Bupati Tanggamus, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain Bappeda, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas KPTPH, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PMD, Dinas PPA Dalduk KB, Dinas Koperindag, Camat Semaka, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Tanggamus.

Baca juga:  Info Terbaru untuk Pelanggan SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo se-Indonesia, Berlaku Maret 2025!

Dalam sambutannya, Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. menyampaikan bahwa Tanggamus memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi kakao di Provinsi Lampung. Saat ini luas perkebunan kakao rakyat mencapai sekitar 13.640 hektare dengan produksi sekitar 8.672 ton per tahun yang menjadi sumber mata pencaharian bagi 17.634 kepala keluarga petani.

Menurutnya, besarnya potensi tersebut harus diimbangi dengan pembangunan industri pengolahan di daerah sehingga hasil perkebunan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan baku, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

“Kami berharap seluruh hasil pertanian unggulan Tanggamus ke depan dapat diproses di daerah sendiri. Dengan adanya industri pengolahan, pemerintah memperoleh tambahan pendapatan daerah, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi dan peluang kerja, sementara harga komoditas petani juga menjadi lebih stabil,” ujar Saleh Asnawi.

Ia mencontohkan komoditas kopi robusta Tanggamus yang selama ini sebagian besar dikirim ke luar daerah untuk diproses sebelum dipasarkan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat nilai tambah dari sektor pengolahan justru dinikmati daerah lain. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tanggamus berupaya menghadirkan industri hilir agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Baca juga:  Penyaluran BLT-DD Tahap I Penyaluran Ke-lll di Kampung kalisari Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah

Selain kopi, pemerintah juga menargetkan pengembangan industri pengolahan kakao dan kelapa. Bahkan, pengolahan cokelat skala rumah tangga akan didorong melalui pemberdayaan kelompok PKK agar mampu menghasilkan produk olahan dengan nilai jual lebih tinggi.

“Kami ingin pengolahan kakao berkembang hingga tingkat rumah tangga. Dengan dukungan peralatan sederhana, kelompok PKK nantinya diharapkan mampu memproduksi aneka olahan cokelat yang bernilai ekonomi,” katanya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terus membuka peluang investasi, termasuk menjajaki kerja sama dengan investor dari Korea Selatan guna mendukung pembangunan industri hilir sektor perkebunan di Tanggamus.

Sementara itu, Direktur Program Kakao Asia Tenggara Rikolto, Nuzul Qodri, menjelaskan bahwa melalui Program Climate Change Adaptation Modality (CCAM) yang berjalan sejak 2023, pihaknya telah mendampingi petani kakao di Kecamatan Semaka, Wonosobo, dan Pematang Sawa.

ADVERTISEMENT

Sebanyak 950 petani telah memperoleh pelatihan budidaya kakao berkelanjutan, penerapan sistem agroforestri, hingga penguatan kemampuan agribisnis. Selain itu, ribuan bibit tanaman pendukung juga telah didistribusikan guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan kebun kakao terhadap dampak perubahan iklim.

Baca juga:  Kendalikan Kasus Stanting, Pemkot Metro Diberi Apresiasi Dari PKK Provinsi Lampung

Di kesempatan yang sama, perwakilan Preferred by Nature, Kiswara Santi, menekankan pentingnya penerapan agroforestri sebagai strategi menjaga keberlanjutan produksi kakao.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan organisasi pendamping menjadi kunci agar kakao Lampung mampu kembali bersaing di pasar global.

ADVERTISEMENT

Rangkaian peringatan World Chocolate Day 2026 tidak hanya diisi seremoni pembukaan, tetapi juga penanaman pohon bersama, kunjungan ke demplot agroforestri, pameran hasil usaha petani (Farmer Business Showcase), hingga kegiatan business matching antara kelompok tani dengan pelaku industri. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok kakao berkelanjutan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani di Kabupaten Tanggamus. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™