Banner Top Up Produk Digital
BeritaEkonomi

Pemkab Pringsewu Dorong Pengembangan Mocaf dan Potensi Lokal untuk Perkuat UMKM

52
×

Pemkab Pringsewu Dorong Pengembangan Mocaf dan Potensi Lokal untuk Perkuat UMKM

Sebarkan artikel ini
Pemkab Pringsewu Dorong Pengembangan Mocaf dan Potensi Lokal untuk Perkuat UMKM

TINTA INFORMASI, JAKARTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu terus mendorong pengembangan potensi ekonomi berbasis daerah sebagai salah satu strategi memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam pengembangan komoditas unggulan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Komitmen itu disampaikan dalam kunjungan kerja Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas ke Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia di Jakarta. Dalam agenda tersebut, Bupati Riyanto bersama Anggota DPR RI asal Lampung, Ir. H. Hanan A. Rozak, M.S., membahas berbagai potensi daerah yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Bupati Pringsewu dalam kunjungan tersebut didampingi Kepala Bapperida Pringsewu Dr. Imam Fatkuroji, S.STP., M.IP., Kepala Dinas Pertanian M. Maryanto, S.Pt., serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu.

Rombongan Pemkab Pringsewu diterima langsung oleh Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, S.T. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk memaparkan sejumlah komoditas dan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan secara lebih terarah melalui dukungan, pembinaan, serta kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Baca juga:  Polsek Pugung Identifikasi Banjir Bandang di Pekon Gunung Kasih Dan Bantu Warga Bersihkan Lumpur

Salah satu potensi yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah Modified Cassava Flour (Mocaf). Produk olahan berbahan dasar singkong ini dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi komoditas unggulan daerah dengan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

Pengembangan Mocaf tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha pengolahan pangan. Dengan demikian, rantai ekonomi yang terbentuk dapat melibatkan petani sebagai pemasok bahan baku hingga pelaku UMKM sebagai pengolah dan pemasar produk.

Pemkab Pringsewu juga memperkenalkan potensi kuliner lokal seperti Maliosewu dan Gruput. Kedua potensi tersebut menjadi bagian dari pembahasan pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif yang dapat memperluas pasar bagi produk-produk lokal Pringsewu.

Pengembangan sektor kuliner secara berkelanjutan dinilai dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih luas. Pelaku UMKM tidak hanya bergerak dalam produksi makanan dan minuman, tetapi juga dapat terhubung dengan sektor pertanian, perdagangan, pemasaran, distribusi, hingga pariwisata.

Selain sektor pangan dan kuliner, Pemkab Pringsewu turut menyampaikan potensi pengembangan peternakan kambing dan domba. Komoditas peternakan tersebut memiliki peluang ekonomi yang dapat dikembangkan melalui peningkatan produktivitas budidaya sekaligus pengolahan berbagai produk turunannya.

Baca juga:  Polres Barito Timur Terima Kunjungan Kerja FSP KEP KSPI

Pemerintah daerah berharap pengembangan sejumlah potensi tersebut dapat dilakukan secara terpadu sehingga tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Penguatan proses pengolahan, pengemasan, pemasaran, serta akses terhadap pasar yang lebih luas menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Melalui pertemuan dengan Kementerian UMKM RI, Pemkab Pringsewu juga mendorong terbangunnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku UMKM, meningkatkan akses pembiayaan dan pasar, serta mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah.

Kolaborasi lintas sektor juga dinilai penting untuk memastikan produk UMKM Pringsewu mampu berkembang secara berkelanjutan. Dukungan terhadap peningkatan kualitas produk, inovasi, legalitas usaha, kemasan, pemasaran, hingga perluasan jaringan pasar menjadi sejumlah aspek yang dapat memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.

ADVERTISEMENT

Pemkab Pringsewu berharap pengembangan Mocaf, sektor kuliner, serta peternakan kambing dan domba dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, pengembangan tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

Baca juga:  Nobar Piala Dunia 2026 di Kalianda Dongkrak Omzet UMKM hingga Tiga Kali Lipat

Pemerintah Kabupaten Pringsewu menilai penguatan UMKM berbasis potensi lokal merupakan bagian penting dalam membangun perekonomian daerah yang lebih mandiri. Dengan dukungan dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat, berbagai potensi lokal diharapkan dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Kabupaten Pringsewu. (aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™