Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerahEkonomi

Alzier Hadiri Muskab VIII Kadin Lampung Selatan, Tekankan Konsolidasi dan Penguatan Peran Dunia Usaha

59
×

Alzier Hadiri Muskab VIII Kadin Lampung Selatan, Tekankan Konsolidasi dan Penguatan Peran Dunia Usaha

Sebarkan artikel ini
Alzier Hadiri Muskab VIII Kadin Lampung Selatan, Tekankan Konsolidasi dan Penguatan Peran Dunia Usaha

TINTA INFORMASI, LAMPUNG SELATAN — Ketua Dewan Penasehat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie, SE, SH, menghadiri Musyawarah Kabupaten (Muskab) VIII Kadin Kabupaten Lampung Selatan di Senaya Beach, Jalan Sinar Laut, Way Urang, Kalianda, Kamis (17/9/2026).

Kehadiran Alzier dalam forum strategis organisasi dunia usaha tersebut mendapat sambutan dari jajaran panitia dan peserta Muskab. Kehadirannya sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta menegaskan kembali posisi Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan ekonomi daerah.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Ketua Panitia Pelaksana Muskab VIII Kadin Lampung Selatan, Herwanto, SE, MM, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Alzier. Menurutnya, kehadiran Ketua Dewan Penasehat Kadin Provinsi Lampung memberikan dorongan bagi jajaran pengurus dan anggota untuk memperkuat organisasi.

“Kehadiran beliau adalah suatu kehormatan bagi kami, sekaligus menjadi motivasi para pengurus,” ujar Herwanto.

Muskab yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian penting dalam agenda konsolidasi Kadin Lampung Selatan. Forum ini tidak hanya berkaitan dengan dinamika kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengevaluasi arah organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang mampu menjawab tantangan dunia usaha dan perkembangan ekonomi daerah.

Baca juga:  DPRD Lamsel Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda dan LKPJ Bupati Lampung Selatan Tahun Anggaran 2025

Sejumlah jajaran panitia turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Panitia Pelaksana, Budiman Dabo.

Dalam sambutannya, Alzier menegaskan bahwa Kadin memiliki posisi strategis dalam mempertemukan kepentingan dunia usaha dengan agenda pembangunan pemerintah daerah. Karena itu, keberadaan Kadin tidak cukup hanya menjadi wadah berhimpunnya para pengusaha, tetapi harus mampu melahirkan gagasan, membangun jejaring, dan memberikan kontribusi nyata terhadap kebijakan ekonomi daerah.

Menurut Alzier, hubungan antara Kadin dan pemerintah daerah harus dibangun melalui komunikasi, koordinasi, dan sinergi yang konstruktif. Kadin di tingkat kabupaten juga dituntut mampu menyerap aspirasi pelaku usaha sekaligus menyampaikan gagasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.

“Kadin kabupaten harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang pro-bisnis dan pro-rakyat,” tegas Alzier.

Ia juga menekankan bahwa penguatan peran eksternal harus dibarengi dengan konsolidasi internal. Soliditas antaranggota dan pelaku usaha menjadi fondasi penting agar organisasi dapat bekerja secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.

“Sehingga persatuan antar pengusaha makin kokoh dan organisasi berjalan profesional,” katanya.

Baca juga:  Progres Rabat Beton TMMD ke-127 Kodim 0421/LS Capai 54 Persen

Dalam konteks pembangunan ekonomi Lampung Selatan, Alzier mendorong Kadin agar lebih aktif membuka ruang investasi dan memperluas jejaring bisnis. Potensi daerah, menurutnya, perlu diterjemahkan menjadi peluang ekonomi melalui kerja sama yang konkret antarpelaku usaha, termasuk melalui skema business to business (B2B).

ADVERTISEMENT

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha, menarik investasi, memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.

Di sisi lain, Alzier mengingatkan pentingnya keberpihakan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kadin, kata dia, harus mampu menjembatani pelaku UMKM lokal agar mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pasar, kemitraan, pembiayaan, teknologi, maupun jaringan usaha.

“Pentingnya peran Kadin dalam membina dan menaik-kelaskan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal agar mampu bersaing lebih luas,” tukasnya.

ADVERTISEMENT

Alzier menegaskan, Muskab VIII harus ditempatkan sebagai forum strategis untuk menentukan arah organisasi ke depan. Agenda tersebut bukan sekadar proses pergantian atau penetapan kepemimpinan, melainkan momentum untuk menyusun kebijakan dan program kerja yang relevan dengan dinamika perekonomian serta kebutuhan dunia usaha di Lampung Selatan.

Baca juga:  Pemasangan Plang Sengketa Lahan di Pringsewu Diprotes Kepala Pekon

Karena itu, ia berharap seluruh tahapan Muskab berlangsung tertib, demokratis, transparan, dan mengedepankan kepentingan organisasi serta dunia usaha secara luas.

“Semoga Muskab berjalan lancar, transparan, dan menghasilkan kepemimpinan yang amanah serta berdedikasi tinggi,” harap Alzier.

Dengan konsolidasi yang kuat dan kepemimpinan yang memiliki visi pembangunan ekonomi, Kadin Kabupaten Lampung Selatan diharapkan semakin mampu memainkan peran strategis dalam membangun kemitraan dengan pemerintah daerah, memperluas jejaring bisnis, memperkuat UMKM, serta membuka peluang investasi.

Muskab VIII pun menjadi momentum bagi Kadin Lampung Selatan untuk mempertegas posisi organisasi sebagai representasi dunia usaha sekaligus mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (an/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™