Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerah

Siti Mukaromah Ajak Warga Amalkan Empat Pilar Kebangsaan lewat Kepedulian Lingkungan

22
×

Siti Mukaromah Ajak Warga Amalkan Empat Pilar Kebangsaan lewat Kepedulian Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Siti Mukaromah Ajak Warga Amalkan Empat Pilar Kebangsaan lewat Kepedulian Lingkungan

BANYUMAS, TINTA INFORMASI – Anggota MPR RI Siti Mukaromah mengajak masyarakat mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Pancasila dan konstitusi tidak seharusnya dipandang sebatas teori atau hafalan, tetapi harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan Siti Mukaromah saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banyumas, Sabtu (26/9/2026).

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Dalam kegiatan tersebut, Siti menyoroti persoalan lingkungan, perubahan iklim, cuaca ekstrem, hingga pengelolaan sampah yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Dampak dari perubahan iklim yang saat ini dirasakan masyarakat misalnya merebaknya Influenza A di berbagai daerah. Salah satu yang harus kita lakukan adalah menjaga dan merawat lingkungan sekitar,” papar Siti Mukaromah.

Politisi yang akrab disapa Mbak Erma itu kemudian mengajak masyarakat melihat pengamalan Pancasila dari tindakan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari.

Menurut Siti, masyarakat tidak perlu memaknai Pancasila hanya melalui konsep politik yang rumit. Sebaliknya, nilai kebangsaan dapat diwujudkan melalui aktivitas sosial di lingkungan tempat tinggal.

Baca juga:  PT ASDP Mencatat Tonggak Penting Diawal 2026 Layanan Tiket Online ferizy Tembus 3,5 juta Pengguna

“Banyak warga yang bertanya, bagaimana sih cara gampang mengamalkan Pancasila di kehidupan sehari-hari? Saya bilang, tidak usah bingung dengan bahasa politik yang tinggi-tinggi. Saat kita mau kerja bakti bersihkan selokan, pilah sampah di dapur, dan tanam pohon di pekarangan, itu sudah mengamalkan Pancasila,” ujar anggota Fraksi PKB tersebut.

Cinta Tanah Air Dimulai dari Menjaga Lingkungan

Siti juga mengaitkan kepedulian terhadap lingkungan dengan makna cinta tanah air.

Menurut dia, istilah Tanah Air dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak hanya memiliki makna simbolis. Tanah dan air sebagai bagian dari lingkungan hidup juga harus dijaga keberlangsungannya.

“Kita sering bilang cinta tanah air. Tapi kalau tanahnya kita penuhi sampah plastik dan airnya kita cemari, di mana bukti cintanya? Menjaga lingkungan ini adalah cara kita membela dan mempertahankan NKRI dari ancaman bencana,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong masyarakat menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari praktik kebangsaan.

Dalam pandangannya, kegiatan sederhana seperti membersihkan lingkungan, mengurangi sampah, memilah limbah rumah tangga, hingga menanam pohon dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

Baca juga:  Korlantas Polri Keluarkan Informasi Penting Terkait STNK Mati 2 Tahun Akan Disita dan Diblokir, Simak!

Empat Pilar Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan

ADVERTISEMENT

Dalam paparannya, Siti menjelaskan bahwa nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk dalam menjaga lingkungan.

Pertama, Pancasila. Menurut Siti, kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Kedua, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ia mengingatkan bahwa konstitusi memuat hak warga negara atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

ADVERTISEMENT

Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menjaga lingkungan, menurut Siti, merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan wilayah dan kehidupan masyarakat.

Keempat, Bhinneka Tunggal Ika. Persoalan lingkungan dapat menjadi ruang untuk memperkuat persatuan karena dampak bencana dan kerusakan lingkungan dapat dirasakan berbagai kelompok masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Masalah lingkungan tidak pernah memilih korban. Saat banjir atau kekeringan datang, semua orang terdampak tanpa memandang suku maupun agama. Sebab itu, isu lingkungan harus jadi pemersatu warga,” kata Siti.

Ia menilai persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.

Baca juga:  Lautan Obor Nyalakan Langit Kalianda! Semangat Kemerdekaan Menggelora di Malam HUT RI ke-80

Mulai dari lingkungan rumah, keluarga, hingga tingkat RT dan RW, masyarakat dapat mengambil bagian dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

Siti Mukaromah Dorong Aksi Nyata di Lingkungan Warga

Di akhir kegiatan, Siti meminta masyarakat tidak berhenti memahami Empat Pilar Kebangsaan sebagai materi sosialisasi.

Ia berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat diteruskan melalui aksi nyata setelah masyarakat kembali ke lingkungan masing-masing.

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, merawat saluran air, serta menanam dan memelihara pohon merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama.

Dengan demikian, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Pesan saya, jangan sampai sosialisasi ini hanya berhenti di dalam ruangan. Mari kita bawa nilai-nilai kebangsaan itu ke rumah dan lingkungan RT/RW masing-masing,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™