Banner Top Up Produk Digital
BeritaEkonomi

PII Dorong Integrasi PLTS Terapung dan PLTB Lepas Pantai untuk Perkuat Ekonomi Pesisir

50
×

PII Dorong Integrasi PLTS Terapung dan PLTB Lepas Pantai untuk Perkuat Ekonomi Pesisir

Sebarkan artikel ini
PII Dorong Integrasi PLTS Terapung dan PLTB Lepas Pantai untuk Perkuat Ekonomi Pesisir

TINTA INFORMASI, JAKARTA — Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mendorong integrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di laut dengan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) lepas pantai sebagai alternatif penyediaan energi bersih bagi masyarakat pesisir dan nelayan di Indonesia.

Pengembangan energi terbarukan tersebut dinilai tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Gagasan itu mengemuka dalam webinar bertajuk “Integrating Floating Solar and Offshore Wind: Engineering Clean Energy Transitions for Indonesian Coastal Regions” yang digelar Badan Keahlian Teknik Kelautan PII sebagai bagian dari rangkaian Road to CAFEO 44 Bandung, Jumat (2/10/2026).

Sementara itu, CAFEO 44 dijadwalkan berlangsung di Bandung pada 20–22 Oktober 2026.

Ketua Umum PII Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., mengatakan profesi keinsinyuran memiliki peran penting dalam mendukung reindustrialisasi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi hijau.

Menurutnya, para insinyur tidak hanya bertugas merancang infrastruktur, tetapi juga dituntut menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat secara berkelanjutan.

“Dalam konteks ini, insinyur berperan vital dalam merancang proses industri yang berkelanjutan, mengimplementasikan energi terbarukan, dan menciptakan inovasi untuk ekonomi sirkular, seperti menghadirkan listrik dari energi surya lepas pantai dan energi angin di pesisir,” ujar Ilham dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Energi Bersih Harus Berdampak bagi Masyarakat Pesisir

Ketua Pelaksana CAFEO 44 sekaligus Direktur Eksekutif PII Ir. Santhi H. Serad, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menekankan bahwa pengembangan energi bersih di kawasan pesisir tidak boleh hanya berorientasi pada aspek teknologi.

Baca juga:  Polsek Pugung Tangkap Pelaku Penganiayaan Pedagang Sate

Menurut Santhi, manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam setiap perencanaan proyek energi.

“Ketika kita membicarakan listrik di wilayah pesisir, saya membayangkan nelayan yang membutuhkan penyimpanan dingin agar ikannya tetap segar. Saya membayangkan usaha pengolahan hasil laut yang memerlukan listrik andal,” kata Santhi.

Karena itu, integrasi PLTS terapung dengan PLTB lepas pantai dinilai menjadi peluang yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.

Namun, penerapannya membutuhkan perencanaan yang matang. Beberapa aspek yang harus diperhitungkan antara lain kondisi perairan, pola angin, kebutuhan listrik, kesiapan jaringan, keselamatan struktur, ketahanan terhadap lingkungan laut, hingga kelayakan pembiayaan.

Selain aspek teknis, Santhi mengingatkan pentingnya mempertimbangkan aktivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada laut.

“Laut merupakan sumber penghidupan, ruang perjalanan, dan bagian dari kebudayaan masyarakat. Karena itu, pengembangan infrastruktur energi perlu memperhatikan jalur nelayan, keselamatan pelayaran, serta kelestarian ekosistem pesisir,” ujarnya.

Ia juga mendorong keterlibatan masyarakat sejak tahap awal perencanaan. Dengan begitu, kebutuhan sekaligus pengetahuan lokal dapat menjadi bagian dari solusi energi yang dikembangkan.

Nelayan Masih Bergantung pada Energi Konvensional

Sementara itu, Ketua Badan Keahlian Teknik Kelautan PII Dr. Ir. Ady Candra, M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengatakan akses energi masyarakat pesisir, terutama di kampung nelayan dan pulau-pulau kecil, masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Di sejumlah wilayah, masyarakat bahkan masih mengandalkan sumber energi konvensional seperti diesel untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan usaha.

“Walaupun kita kaya sumber daya dari matahari, dari gelombang laut dan semacamnya, ini masih membutuhkan investasi untuk menjadi sumber energi alternatif yang dapat menggerakkan ekonomi pesisir, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan usaha,” kata Ady.

Baca juga:  Postur Buntet Disnakkeswan Lampung: Rp18 Miliar APBD Habis Buat Gaji, Peternak Cuma Dapat Sisaan

Menurutnya, ketersediaan listrik yang andal sangat penting untuk mendukung berbagai aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Kebutuhan tersebut mencakup operasional kapal, pabrik es, penyimpanan hasil tangkapan, hingga pengolahan hasil laut.

Karena itu, PII terus mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan, termasuk panel surya, untuk memperluas akses energi bagi masyarakat pesisir dan nelayan.

“Kami menyambut baik webinar ini. Banyak saran dan ide untuk teknologi-teknologi baru terbarukan yang bisa kita harapkan untuk didistribusikan bagi masyarakat pesisir dan nelayan,” ujarnya.

Potensi Energi Besar, tetapi Proyek Harus Layak

Dari sisi sistem kelistrikan dan kebijakan energi, Fuad Afif Herya, S.T., M.T., Electrical Power Engineer and Energy Policy Researcher dari LAPI ITB, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi surya di laut maupun energi bayu.

Meski demikian, potensi sumber daya tersebut tidak otomatis menjadikan sebuah proyek layak untuk dibangun.

Menurut Fuad, pengembangan energi terbarukan harus memenuhi aspek teknis, bisnis, serta kesesuaian dengan sistem kelistrikan.

“Kalau bicara potensi energi, potensinya ada. Tetapi bagaimana kita memanfaatkan itu, beda cerita,” kata Fuad.

Ia menjelaskan, pengembangan floating solar dan PLTB lepas pantai masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perencanaan proyek, pengembangan investasi, koneksi ke jaringan listrik, hingga tata kelola wilayah pesisir dan laut.

Selain itu, kesiapan masyarakat setempat juga perlu menjadi perhatian. Infrastruktur energi yang dibangun harus diikuti kemampuan pengguna untuk memanfaatkan listrik tersebut secara produktif.

Salah satu contohnya ialah pemanfaatan listrik untuk cold storage dan berbagai kegiatan pengolahan hasil laut yang dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan.

Baca juga:  Pj Sekda Ajak Masyarakat Lampung Selatan Manfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Mulai 1 Mei 2025

“Perlu ada rencana dan strategi yang kadang-kadang tidak bisa dari pusat, tetapi harus dari daerah,” ujar Fuad.

PII Dorong Kolaborasi Lintas Keahlian

PII memandang pengembangan energi bersih di kawasan pesisir sebagai persoalan yang membutuhkan kolaborasi lintas disiplin.

Selain teknik kelautan dan elektro, pengembangan tersebut juga membutuhkan keahlian di bidang lingkungan, material, kebijakan, pembiayaan, serta pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat.

Ilham Akbar Habibie mengatakan PII melalui berbagai Badan Keahlian memiliki peran penting dalam memperkuat kompetensi sekaligus mempertemukan para ahli dari berbagai bidang tersebut.

Menurutnya, pengembangan energi bersih juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi insinyur muda. Pada saat yang sama, sektor tersebut berpotensi menjadi salah satu penggerak reindustrialisasi nasional.

Sebagai bagian dari rangkaian Road to CAFEO 44, webinar tersebut sekaligus menjadi forum untuk memperluas diskusi mengenai masa depan energi bersih di kawasan ASEAN.

CAFEO 44 Bandung sendiri mengusung tema “Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity Through Inclusive and Sustainable Industrialisation.”

“Seminar ini membantu kita memahami peluang teknologi dengan lebih jernih dan menemukan langkah lanjutan yang realistis bagi Indonesia,” kata Ilham.

Ke depan, PII berharap pembahasan mengenai integrasi tenaga surya di laut dan tenaga bayu dapat berkembang menjadi kajian bersama, penguatan kompetensi, serta kerja sama konkret.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat transisi energi sekaligus membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir serta nelayan di berbagai wilayah Indonesia. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™