Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerahPendidikan

SMAN 1 Kotabumi Jadi Sekolah Induk SMA Terbuka, Rangkul Anak Putus Sekolah hingga Warga Binaan

35
×

SMAN 1 Kotabumi Jadi Sekolah Induk SMA Terbuka, Rangkul Anak Putus Sekolah hingga Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
SMAN 1 Kotabumi Jadi Sekolah Induk SMA Terbuka, Rangkul Anak Putus Sekolah hingga Warga Binaan
Photo: Media Sari Putri, Kepala SMAN 1 Kotabumi.

TINTA INFORMASI | BANDAR LAMPUNG – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, resmi dipercaya menjadi salah satu sekolah induk penyelenggara program SMA Terbuka di Provinsi Lampung. Program tersebut membuka kembali kesempatan bagi anak-anak putus sekolah berusia di bawah 21 tahun untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA.

Program yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung bersama Dinas Pendidikan tersebut tidak hanya menyasar masyarakat umum. Lebih dari itu, program SMA Terbuka juga memberikan akses pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Kotabumi.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Kepala SMAN 1 Kotabumi, Media Sari Putri, mengatakan program SMA Terbuka mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan, jumlah peserta dari kalangan warga binaan di Rutan Kotabumi terus bertambah.

“Alhamdulillah program ini sudah berjalan. Siswa kita ada yang belajar di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) SMAN 1, ada juga yang merupakan warga binaan di Rutan. Antusiasmenya sangat luar biasa. Bahkan, hampir setiap minggu kita mendapat tambahan siswa baru dari warga binaan Rutan,” ujar Media Sari Putri.

Baca juga:  Karang Taruna Kecamatan Padang Ratu Adakan Kegiatan Pembinaan Kewirausahaan Pemuda

Saat ini, SMAN 1 Kotabumi mencatat 8 siswa aktif belajar di TKB SMAN 1 Kotabumi. Sementara itu, sebanyak 15 siswa mengikuti program SMA Terbuka dari Rutan Kotabumi.

Untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan, sekolah menerapkan sistem pembelajaran khusus bagi siswa yang berada di Rutan. Para guru SMAN 1 Kotabumi secara langsung mendatangi Rutan untuk memberikan pembelajaran.

“Sistemnya, guru-guru mata pelajaran kita yang berkunjung langsung ke Rutan. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara penuh pada hari Sabtu, dari pagi hingga sore hari menyesuaikan jadwal mereka. Masa studinya pun normal seperti sekolah pada umumnya, yakni selama tiga tahun,” jelas Media Sari Putri yang akrab disapa Uti.

Perluas Jangkauan Anak Putus Sekolah

Meski pelaksanaan program di Rutan Kotabumi berjalan dengan baik, pihak sekolah masih menghadapi tantangan dalam menjangkau anak-anak putus sekolah di masyarakat.

Hingga kini, sebagian besar peserta SMA Terbuka berasal dari Kecamatan Kotabumi dan wilayah sekitarnya. Kondisi geografis serta aktivitas para anak putus sekolah menjadi salah satu kendala dalam memperluas peserta program.

Baca juga:  DPRD Lamsel Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Merik Havit Tegaskan Dermaga Bom Terbengkalai Hingga Kini Masuk Catatan Rekomendasi DPRD

“Target kita ke depan pasti ingin merekrut sebanyak-banyaknya. Kita sudah menjajaki dan menyosialisasikan program SMA Terbuka ini ke berbagai kecamatan hingga perangkat desa,” kata Media Sari.

Namun, ia menjelaskan, jarak menjadi salah satu persoalan yang perlu dicarikan solusi. Selain itu, banyak anak putus sekolah yang sudah bekerja dan memilih mencari penghasilan di luar daerah.

“Kendala utamanya adalah jarak, serta fakta bahwa umumnya anak-anak putus sekolah ini banyak yang sudah bekerja ke luar daerah,” sambungnya.

Karena itu, SMAN 1 Kotabumi terus mencari pola pembelajaran yang lebih mudah diakses masyarakat. Salah satu rencana yang tengah disiapkan yakni membentuk titik-titik kumpul belajar di sejumlah kecamatan terdekat.

Dengan pola tersebut, siswa tidak harus menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti kegiatan belajar. Sekolah berharap langkah ini dapat memperluas jangkauan program sekaligus meningkatkan jumlah anak putus sekolah yang kembali mendapatkan akses pendidikan.

Selain memperluas akses pendidikan, SMAN 1 Kotabumi juga melakukan pembenahan dalam pengelolaan sekolah melalui pemanfaatan teknologi.

Media Sari Putri mengungkapkan, pihak sekolah tengah menyiapkan inovasi digital berbasis Smart PC Visualisasi. (**)

Baca juga:  Penyaluran BLT-DD Tahap I Penyaluran Ke-lll di Kampung kalisari Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™