Scroll untuk baca artikel
Banner Top Up Produk Digital
Nasional

Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Mempawah, Kader Diminta Aktif Patroli dan Edukasi Warga

49
×

Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Mempawah, Kader Diminta Aktif Patroli dan Edukasi Warga

Sebarkan artikel ini
Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Mempawah, Kader Diminta Aktif Patroli dan Edukasi Warga

TINTA INFORMASI, KALIMANTAN BARAT — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Mempawah. Untuk memperkuat langkah pencegahan, Tim Satgas Penyuluhan Karhutla dari Mabes TNI menggelar sosialisasi kepada para kader pencegah karhutla di Lapangan Kantor Bupati Mempawah, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Brigjen TNI Washington dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus meningkatkan peran kader di tingkat lapangan. Para kader diharapkan tidak hanya memahami bahaya karhutla, tetapi juga aktif mencegah potensi kebakaran sejak munculnya tanda-tanda awal.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Brigjen TNI Washington menegaskan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran lahan. Jika tidak dicegah dan ditangani dengan cepat, bencana tersebut dapat menimbulkan rangkaian dampak yang jauh lebih luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan hingga kerugian ekonomi masyarakat.

Karena itu, pencegahan dinilai harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat, kader pencegah karhutla dan masyarakat perlu bergerak dalam satu irama agar potensi kebakaran dapat ditekan sebelum berkembang menjadi bencana besar.

Kader Diminta Aktif di Lapangan

Dalam penyuluhan tersebut, Brigjen TNI Washington meminta para kader pencegah karhutla mengambil peran lebih aktif di lingkungan masing-masing.

Baca juga:  Cek TKP Meninggalnya Kopda M di Kendal, Kapolda Sebut M Sempat Minta Maaf ke Orang Tua

Salah satu langkah yang ditekankan adalah melakukan patroli secara aktif, terutama di wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran. Patroli diharapkan dapat membantu mendeteksi lebih awal aktivitas maupun kondisi yang berpotensi memicu munculnya api.

Selain patroli, para kader juga diminta tidak berhenti pada pengawasan. Mereka harus menjadi penghubung informasi sekaligus penggerak kesadaran masyarakat agar pencegahan karhutla dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk keluarga.

Edukasi juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Masyarakat harus terus diingatkan mengenai berbagai kebiasaan yang tampak sederhana, tetapi dapat menjadi pemicu kebakaran apabila dilakukan tanpa kehati-hatian.

Salah satunya adalah membakar sampah sembarangan tanpa pengawasan. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet apabila berada di dekat material kering, terutama ketika kondisi lahan mudah terbakar.

Puntung Rokok hingga Pembakaran Lahan Jadi Perhatian

Tim penyuluh juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di lahan kosong atau kawasan yang ditumbuhi rumput dan semak kering.

Kebiasaan tersebut perlu mendapat perhatian karena sumber api sekecil apa pun dapat memicu kebakaran ketika bertemu kondisi lingkungan yang mendukung.

Masyarakat juga diimbau tidak dengan sengaja membakar hutan maupun lahan. Kesadaran untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memunculkan api menjadi salah satu kunci penting dalam menekan kejadian karhutla.

Baca juga:  Jembatan 120 Meter Hubungkan Tiga Dusun di Kuala 12, Warga Kini Tak Lagi Bergantung pada Perahu
ADVERTISEMENT

Para kader diharapkan ikut menyebarluaskan pesan tersebut melalui komunikasi langsung kepada warga maupun berbagai saluran informasi yang tersedia.

Dengan cara itu, pesan pencegahan tidak berhenti di lokasi sosialisasi, tetapi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat hingga tingkat keluarga.

Pencegahan Dimulai dari Kesadaran Bersama

Brigjen TNI Washington menekankan bahwa penanggulangan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan tindakan ketika kebakaran sudah terjadi.

ADVERTISEMENT

Upaya pencegahan harus berjalan sejak dini melalui pengawasan lingkungan, edukasi masyarakat dan respons cepat terhadap potensi munculnya api.

Kader pencegah karhutla memiliki posisi penting karena berada lebih dekat dengan masyarakat. Mereka dapat menjadi mata dan telinga di lapangan sekaligus membantu menyampaikan informasi apabila menemukan kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan dan lahan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, melainkan kepentingan seluruh masyarakat.

Dihadiri Bupati dan Forkopimda Mempawah

Sosialisasi penyuluhan pencegahan karhutla tersebut turut dihadiri Bupati Mempawah Dr. Hj. Erlina Ria Norsan, S.H., M.H. selaku Pemimpin Apel Gelar Kesiapan Penanggulangan Karhutla Kabupaten Mempawah.

Baca juga:  Transformasi Digital TNI: Membangun Kekuatan Melalui Teknologi Canggih

Hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Mempawah, Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi, S.H., M.Si., serta Wakil Ketua Tim Penyuluh Kabupaten Mempawah dari Mabes TNI Kolonel Marinir Nandang Permana Jaya, S.E., M.M.

Sejumlah anggota Tim Penyuluh dari Mabes TNI juga mengikuti kegiatan tersebut.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI, Forkopimda dan para kader menunjukkan adanya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla di Kabupaten Mempawah.

Perkuat Kesiapsiagaan Menghadapi Karhutla

Sosialisasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diberikan kepada para kader perlu diteruskan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Patroli, edukasi, penyebaran informasi dan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran menjadi bagian penting dari langkah pencegahan.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat sejak tingkat keluarga, pemerintah dan aparat berharap potensi karhutla dapat ditekan. Semakin cepat potensi bahaya dikenali dan semakin tinggi kesadaran warga untuk tidak memicu api, semakin besar pula peluang mencegah kebakaran meluas.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapsiagaan Kabupaten Mempawah dalam menjaga lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat serta mengurangi risiko kerugian sosial dan ekonomi akibat kebakaran hutan dan lahan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™