Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerahEkonomi

Disparekraf Tanggamus Dorong Pelaku Seni Bangun Ekosistem Ekraf Berkelanjutan

35
×

Disparekraf Tanggamus Dorong Pelaku Seni Bangun Ekosistem Ekraf Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Disparekraf Tanggamus Dorong Pelaku Seni Bangun Ekosistem Ekraf Berkelanjutan

TANGGAMUS – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Tanggamus menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekonomi Kreatif subsektor seni musik dan seni pertunjukan selama dua hari, 18–19 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Wisata Pantai Muara Indah, Kotaagung, Tanggamus, itu menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan subsektor seni musik dan seni pertunjukan.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Kepala Disparekraf Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba, saat menutup kegiatan, menegaskan pentingnya keterbukaan dan kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku ekonomi kreatif.

Menurut Marhasan, pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat berjalan secara parsial. Diperlukan komunikasi, keterkaitan, dan kerja sama antarpihak agar ekosistem ekonomi kreatif di Tanggamus dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Kita terbuka. Kita selaku manusia sosial tidak akan bisa berdiri sendiri. Artinya, keterkaitan, ketergantungan, komunikasi, kolaborasi, itu sangat dibutuhkan,” kata Marhasan.

Ia mengajak para pelaku ekonomi kreatif untuk bersama-sama membangun ekosistem yang tidak hanya memberikan ruang bagi lahirnya karya, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi para pelakunya.

Baca juga:  Rayakan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tanggamus Beri Penghargaan Berprestasi

“Kami membuka diri. Ayo, kita saling bergandengan, kita saling berkembang. Kita tukar pikiran untuk kebaikan, keutuhan, dan pengembangan ekraf kita,” ujarnya.

Dorong Terbentuknya Pasar Ekraf

Marhasan menilai salah satu aspek yang perlu diperkuat dalam pengembangan ekonomi kreatif di Tanggamus adalah ketersediaan pasar.

Menurutnya, kreativitas dan karya para pelaku ekraf harus memiliki ruang pemasaran yang jelas agar tidak berhenti sebagai produk seni, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

“Kalau saya sebenarnya kepengin ada pasar ekraf kita,” ungkapnya.

Selain pasar, ia menyebut permodalan dan keberlanjutan usaha juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.

Menurut Marhasan, membangun ekosistem ekonomi kreatif bukan hanya soal menciptakan sebuah program atau kegiatan, tetapi juga memastikan apa yang telah dibangun dapat dipertahankan dan terus berkembang.

ADVERTISEMENT

“Ketika kita membentuk itu yang paling sulit adalah merawatnya. Mohon maaf, kalau kita ini mungkin paling pintar membuat, tetapi paling sulit untuk merawat,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk tidak berhenti pada kegiatan yang sedang berlangsung. Pemerintah bersama pelaku ekraf perlu menjaga kesinambungan program agar ekosistem yang telah dibangun dapat terus hidup.

Baca juga:  Pemkab Tanggamus Peringati Hari Kelautan, Koperasi, dan Hari Anak Nasional 2026

“Kita coba sama-sama, Bapak-Ibu sekalian. Kami juga dengan segala kemampuan kami yang sangat terbatas, tetapi Insyaallah kita akan coba. Sama-sama kita bergerak, sama-sama kita berjuang,” ujarnya.

Tekankan Pentingnya Keberlanjutan

ADVERTISEMENT

Marhasan juga menekankan bahwa keberlanjutan harus menjadi perhatian dalam pengembangan ekonomi kreatif di Tanggamus.

Ia berharap program dan ekosistem yang telah dibangun tidak berhenti hanya karena terjadi pergantian personel maupun kepemimpinan di lingkungan pemerintahan.

“Semoga apa yang kita inginkan, walaupun tidak 100 persen, tetap hidup dan terus berjalan. Karena keberlanjutan itu perlu. Kita tidak stuck di sini saja,” katanya.

Menurutnya, pergantian pejabat maupun masa pensiun merupakan bagian dari dinamika pemerintahan. Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak menjadi alasan terhentinya program maupun ekosistem ekonomi kreatif yang telah dibangun bersama.

Karena itu, keberlanjutan perlu menjadi kesadaran bersama dan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan ekonomi kreatif Tanggamus ke depan.

“Keberlanjutan itu yang perlu sama-sama kita pahami. Itu menjadi dasar kita ke depan,” ujarnya.

Di penghujung kegiatan, Marhasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mengikuti rangkaian Bimtek selama dua hari.

Baca juga:  Ketua DPD PPWI Lampung Geram: Sekda Pesawaran Blokir Nomor Wartawan, Dinilai Langgar Prinsip Pemerintahan Bersih

Ia mengapresiasi waktu, tenaga, serta komitmen peserta yang telah menunjukkan keinginan untuk bersama-sama mendorong kemajuan ekonomi kreatif di Kabupaten Tanggamus.

“Terima kasih atas semuanya, atas pengorbanan dan waktunya. Setelah kegiatan ini kita masih berkeinginan untuk memajukan ekraf Tanggamus,” katanya.

Bimtek Ekonomi Kreatif subsektor seni musik dan seni pertunjukan tersebut kemudian resmi ditutup oleh Kepala Disparekraf Kabupaten Tanggamus. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™