PESAWARAN — Upaya memperkuat pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.
Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dan UPTD Puskesmas Bernung, digelar kegiatan Cek Kesehatan Skrining TBC Terintegrasi CKG dengan tema “Sehat Bersama, Indonesia Bebas TBC”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara dini, khususnya terhadap penyakit TBC yang dapat menular melalui udara.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Saradiah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dr Imelda Carolia, M.Kes., memberikan pemaparan mengenai penyakit Tuberkulosis, mulai dari pengenalan gejala, cara penularan, pencegahan hingga pentingnya melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
Menurut dr. Saradiah, skrining merupakan langkah penting untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin sehingga penderita dapat segera memperoleh penanganan dan tidak menjadi sumber penularan bagi orang-orang di sekitarnya.
“TBC merupakan penyakit menular yang perlu kita waspadai bersama. Karena itu, masyarakat jangan menunggu sampai kondisi semakin berat untuk memeriksakan kesehatan. Melalui kegiatan skrining seperti ini, kita ingin menemukan sedini mungkin masyarakat yang memiliki gejala atau faktor risiko TBC, sehingga dapat segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan pengobatan sesuai ketentuan,” ujar dr. Saradiah.
Ia menjelaskan, penanggulangan TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan TBC harus dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat perlu memahami bagaimana TBC menular, mengenali gejalanya dan tidak memberikan stigma kepada orang yang sedang menjalani pengobatan. Justru mereka harus mendapatkan dukungan agar dapat menyelesaikan pengobatan sampai tuntas,” katanya.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas kesehatan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat Desa Kebagusan dapat memanfaatkan program pemeriksaan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan takut untuk melakukan skrining. Semakin cepat suatu penyakit ditemukan, semakin cepat pula langkah penanganannya dapat dilakukan. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang sehat serta mendukung target Indonesia bebas TBC,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kebagusan, Tohir, SE, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dan UPTD Puskesmas Bernung yang telah melaksanakan kegiatan skrining kesehatan di wilayah desanya.
Menurut Tohir, kehadiran program tersebut sangat membantu masyarakat karena memberikan kesempatan kepada warga untuk memperoleh pemeriksaan dan informasi kesehatan secara lebih mudah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dan UPTD Puskesmas Bernung yang telah melaksanakan kegiatan skrining TBC terintegrasi CKG di Desa Kebagusan. Program seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam memberikan pemahaman dan mendeteksi sejak dini apabila ada warga yang memiliki gejala atau risiko TBC,” ujar Tohir.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau semakin banyak masyarakat.
“Dengan adanya program ini, kita bisa melakukan antisipasi terhadap penyebaran penyakit TBC di lingkungan masyarakat.
Kami dari Pemerintah Desa Kebagusan tentunya sangat mendukung program kesehatan seperti ini dan akan membantu menyosialisasikan kepada masyarakat agar mereka tidak takut melakukan pemeriksaan,” katanya.
Tohir juga mengajak masyarakat Desa Kebagusan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri, keluarga dan lingkungan.
“Kesehatan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kalau ada warga yang mengalami keluhan kesehatan, jangan didiamkan. Segera periksa ke fasilitas kesehatan. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa pencegahan dan deteksi dini jauh lebih baik daripada menunggu penyakit menjadi parah,” pungkasnya.
Melalui kegiatan skrining TBC terintegrasi tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan dan pemerintah desa diharapkan dapat semakin kuat dalam menemukan kasus secara dini, mencegah penularan serta meningkatkan kesadaran masyarakat menuju Pesawaran yang lebih sehat dan Indonesia bebas TBC. (Red).
