Banner Top Up Produk Digital
Berita

PPWI Gelar Seminar Internasional di Bandar Lampung, Bahas Peran Citizen Journalism untuk Perdamaian dan Kemanusiaan

43
×

PPWI Gelar Seminar Internasional di Bandar Lampung, Bahas Peran Citizen Journalism untuk Perdamaian dan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
PPWI Gelar Seminar Internasional di Bandar Lampung, Bahas Peran Citizen Journalism untuk Perdamaian dan Kemanusiaan

TINTA INFORMASI | BANDAR LAMPUNG – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) akan menggelar seminar internasional dalam rangka memperingati 19 tahun perjalanan organisasi tersebut pada 11 November 2026 di Bandar Lampung, Lampung.

Seminar bertajuk “19 Years of PPWI: Affirming the Role of Citizen Journalists for Peace, Justice, and Humanity” itu akan mempertemukan pewarta warga, akademisi, jurnalis, tokoh politik, masyarakat sipil, dunia usaha, serta sejumlah tokoh internasional.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Forum tersebut mengangkat peran citizen journalism atau jurnalisme warga dalam menyampaikan informasi sekaligus berkontribusi terhadap isu perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.

Bagi PPWI, peringatan 19 tahun tidak hanya menjadi momentum organisasi untuk melihat perjalanan yang telah dilalui. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat peran pewarta warga dalam ekosistem informasi publik yang terus berubah akibat perkembangan teknologi digital.

Hadirkan Tokoh dari Rusia, Mesir, Libya, dan Indonesia

Seminar internasional tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai negara dan latar belakang.

Dari Rusia, forum akan menghadirkan Elena Semerikova, Chair of the International World Peace Movement “Women Dialogue”. Ia dijadwalkan membawa perspektif mengenai gerakan perdamaian dan pentingnya dialog dalam membangun hubungan antarmanusia serta antarbangsa.

Sementara itu, dari Mesir akan hadir Dr. Ahmed Issa Bedir, Advisor to the Youth and Creative Economy Council of the Arab League, dan Prof. Mohamed Sayed Mohamed, Professor at Al-Azhar University, Cairo.

Baca juga:  Dugaan Sporadik Palsu Kades Lumbirejo Pesawaran, Polda Lampung Terbit SPDP Ke Kejaksaan

Kehadiran kedua akademisi tersebut akan memperkaya diskusi melalui perspektif kepemudaan, pendidikan, kreativitas, serta komunikasi dalam konteks masyarakat internasional.

Dari Libya, seminar akan menghadirkan Dr. Faez Mohmad Monsour Alfarjani, seorang jurnalis senior. Pengalamannya di bidang jurnalistik diharapkan memberikan perspektif mengenai perkembangan media dan tantangan komunikasi di kawasan Afrika Utara.

Sedangkan dari Indonesia, pembicara yang dijadwalkan hadir yakni Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad, Deputy Speaker of the Indonesian House of Representatives, serta Prof. Dr. Syarief Mahkya, profesor dari Universitas Lampung.

Komposisi pembicara tersebut mempertemukan berbagai perspektif, mulai dari jurnalistik, akademik, politik, kepemudaan, perdamaian, hingga isu kemanusiaan.

Citizen Journalism di Tengah Ledakan Informasi Digital

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Saat ini, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen berita, tetapi juga dapat berperan sebagai pembuat dan penyebar informasi.

Melalui telepon pintar dan berbagai platform digital, masyarakat dapat merekam peristiwa, menulis laporan, mengambil gambar, hingga menyampaikan informasi secara langsung kepada publik.

Perubahan tersebut membuka ruang yang semakin luas bagi perkembangan citizen journalism. Peristiwa di lingkungan masyarakat dapat memperoleh perhatian lebih cepat, sementara suara kelompok yang sebelumnya sulit mendapatkan ruang di media dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.

Baca juga:  Achmad Johani: Pentingnya Tanamkan Kembali Nilai-nilai Pancasila di Tengah Kehidupan Masyarakat Yang Semakin Dinamis

Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan. Kecepatan penyebaran informasi harus tetap diimbangi dengan akurasi dan verifikasi.

Karena itu, kebebasan berekspresi perlu berjalan bersama tanggung jawab. Pewarta warga juga dituntut memahami pentingnya fakta, menghindari penyebaran kebencian, serta menghormati martabat manusia dalam setiap informasi yang disampaikan.

Jurnalisme dan Peran dalam Membangun Perdamaian

Seminar internasional PPWI juga akan membahas hubungan antara kerja jurnalistik dengan upaya membangun perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.

Di tengah konflik, polarisasi, disinformasi, serta berbagai persoalan sosial, informasi memiliki pengaruh besar terhadap cara masyarakat memahami sebuah persoalan.

Pemberitaan yang berimbang dan berbasis fakta dapat membantu publik memahami suatu peristiwa secara lebih utuh. Sebaliknya, informasi yang tidak akurat dan provokatif berpotensi memperbesar kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Karena itu, seminar tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai bagaimana pewarta warga dapat menjalankan perannya secara bertanggung jawab sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Jadi Ruang Membangun Jejaring Internasional

Selain seminar, kegiatan peringatan 19 tahun PPWI juga membuka peluang keterlibatan perusahaan, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, institusi pemerintah, media, lembaga internasional, dan pelaku usaha.

Para mitra nantinya dapat berpartisipasi melalui berbagai bentuk kerja sama, termasuk pameran produk, layanan, teknologi, program kelembagaan, serta inovasi.

Baca juga:  Perkuat Profesionalisme Satuan, Tim Dalprog Korem 044/GAPO Tinjau Program Kerja Kodim 0402/OKI

Dengan melibatkan berbagai sektor, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi. Seminar juga diproyeksikan menjadi ruang untuk membangun jejaring dan membuka peluang kerja sama di bidang jurnalistik, pendidikan, teknologi, ekonomi kreatif, kemanusiaan, serta hubungan internasional.

19 Tahun PPWI dan Masa Depan Pewarta Warga

Memasuki usia 19 tahun, PPWI menempatkan perkembangan citizen journalism sebagai bagian penting dalam pembahasan mengenai masa depan informasi publik.

Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat membutuhkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan.

Pewarta warga memiliki kesempatan untuk mengangkat persoalan di lingkungan sekitar, menyuarakan kelompok yang kurang mendapatkan ruang, mengawasi berbagai persoalan publik, sekaligus memperluas ruang dialog masyarakat.

Namun, peran tersebut membutuhkan tanggung jawab. Kebebasan menyampaikan informasi harus berjalan seiring dengan akurasi, etika, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui seminar internasional yang digelar di Bandar Lampung pada 11 November 2026, PPWI ingin mempertemukan berbagai perspektif dari Indonesia dan dunia untuk membahas bagaimana jurnalistik dapat mengambil peran dalam memperkuat perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.

Bagi PPWI, peringatan 19 tahun menjadi momentum untuk memperkuat jejaring sekaligus melihat masa depan pewarta warga di tengah perubahan lanskap informasi global. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™