Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerah

Warga Lampung Tengah Siapkan Open Donasi untuk Jalan Rusak Negeri Kepayungan–Payung Batu–Payung Rejo

42
×

Warga Lampung Tengah Siapkan Open Donasi untuk Jalan Rusak Negeri Kepayungan–Payung Batu–Payung Rejo

Sebarkan artikel ini
Warga Lampung Tengah Siapkan Open Donasi untuk Jalan Rusak Negeri Kepayungan–Payung Batu–Payung Rejo

LAMPUNG TENGAH, TINTA INFORMASI — Kondisi ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Negeri Kepayungan–Payung Batu–Payung Rejo kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga menyebut kerusakan jalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Karena kondisi tersebut, masyarakat berencana mengambil langkah swadaya dengan menggelar open donasi pada 10 Oktober 2026. Penggalangan dana itu ditujukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu penanganan kerusakan jalan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Gerakan tersebut mengusung semangat “Ras Terkuat di Bumi Turun Langsung ke Jalan”. Salah satu kelompok yang turut mengambil bagian adalah kaum ibu atau emak-emak yang setiap hari menggunakan ruas jalan tersebut untuk berbagai keperluan, termasuk mengantar anak ke sekolah.

Ketua aksi mengatakan keterlibatan emak-emak menjadi bagian penting dalam gerakan tersebut. Sebab, para ibu dinilai merasakan secara langsung dampak kerusakan jalan karena hampir setiap hari harus melintasinya untuk mengantar anak sekolah maupun menjalankan aktivitas keluarga.

“Ras terkuat di bumi itu emak-emak. Mereka yang setiap hari mengantarkan anak sekolah dan melewati jalan yang kondisinya rusak. Karena itu, emak-emak sangat geram dan ingin ikut menyuarakan kondisi jalan ini,” ujar ketua aksi.

Menurut masyarakat, kerusakan jalan tidak hanya berdampak terhadap kenyamanan dan keselamatan perjalanan. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas warga di sejumlah wilayah yang terhubung dengan ruas jalan tersebut.

Rencana open donasi yang akan digelar pada 10 Oktober 2026 tersebut, kata masyarakat, merupakan bentuk partisipasi warga dalam merespons persoalan infrastruktur yang mereka hadapi. Langkah itu juga ditegaskan bukan untuk mengambil alih kewenangan pemerintah dalam menyediakan dan memperbaiki infrastruktur publik.

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kondisi ruas jalan Negeri Kepayungan–Payung Batu–Payung Rejo. Warga juga meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka mengenai rencana penanganan jalan tersebut, termasuk kemampuan anggaran yang tersedia pada 2026.

Sementara itu, informasi mengenai dampak tidak adanya anggaran perubahan pada 2026 terhadap penanganan ruas jalan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pemerintah daerah maupun instansi yang berwenang. Konfirmasi diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat tetap berimbang dan akurat.

Apabila penggalangan dana benar-benar dilaksanakan, masyarakat berharap seluruh prosesnya berjalan secara transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi tersebut mencakup jumlah dana yang terkumpul hingga penggunaan dana untuk penanganan jalan.

Gerakan masyarakat pada 10 Oktober mendatang diharapkan menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan konstruktif. Selain itu, aksi tersebut diharapkan dapat mendorong pemerintah menghadirkan solusi nyata terhadap kondisi ruas jalan Negeri Kepayungan–Payung Batu–Payung Rejo.

“Emak-emak tidak hanya mengeluh. Mereka ingin turun langsung menyuarakan kondisi jalan yang setiap hari mereka lewati bersama anak-anak.”

Baca juga:  Lantunan Syahadat Iringi Pelantikan HMI Tanggamus, Bupati: “Saatnya Pemuda Hadir dengan Kontribusi Nyata”
Editor: Nanda Hastedy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™