Banner Top Up Produk Digital
BeritaDaerahEkonomiPemerintahanTanggamus

Pimpin Rapat TPID, Wakil Bupati Tanggamus Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pangan

33
×

Pimpin Rapat TPID, Wakil Bupati Tanggamus Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pangan

Sebarkan artikel ini
Pimpin Rapat TPID, Wakil Bupati Tanggamus Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pangan

TINTA INFORMASI, Lampung – Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto memimpin Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanggamus di Ruang Rapat Kantor Wakil Bupati Tanggamus, Senin (27/7/2026). Rapat tersebut membahas perkembangan inflasi, kondisi harga kebutuhan pokok, neraca komoditas pangan, serta berbagai langkah pengendalian inflasi yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanggamus sepanjang 2026.

Rapat dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya Mega, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Tenaga Kerja, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Dalam paparannya, Hendra Wijaya Mega menyampaikan bahwa inflasi nasional secara year on year (y-on-y) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen. Sementara inflasi Provinsi Lampung berada pada angka 2,46 persen.

Sejumlah komoditas masih tercatat sebagai penyumbang inflasi nasional, antara lain emas perhiasan, bensin, ikan segar, dan beras. Sedangkan di Provinsi Lampung, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi.

Baca juga:  Kebakaran Rumah di Pugung Tanggamus Diduga Berasal dari Dapur

Berdasarkan pemantauan harga melalui aplikasi SIKOPP, harga mayoritas kebutuhan pokok di Kabupaten Tanggamus masih relatif stabil. Sejumlah komoditas seperti cabai merah besar, cabai rawit, dan bawang merah bahkan mengalami penurunan harga.

Sementara itu, harga telur ayam ras tercatat mengalami kenaikan tipis. Adapun harga beras medium, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, dan daging sapi masih berada dalam kondisi relatif stabil.

Dari sisi ketersediaan pangan, neraca pangan Kabupaten Tanggamus menunjukkan stok sejumlah komoditas utama masih berada jauh di atas kebutuhan masyarakat.

Ketersediaan beras tercatat mencapai 106.675 ton, sedangkan kebutuhan masyarakat diperkirakan sekitar 5.297 ton. Dengan demikian, terdapat surplus lebih dari 101 ribu ton.

Kondisi surplus juga tercatat pada sejumlah komoditas lainnya, seperti jagung, kedelai, cabai, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, hingga telur ayam ras.

Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto menegaskan, pengendalian inflasi harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan melalui penguatan sinergi seluruh perangkat daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar.

Baca juga:  Polsek Talang Padang Dibantu Warga Gagalkan Aksi Pencurian Motor

“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri. Seluruh OPD harus terus memperkuat koordinasi, memantau perkembangan harga, memastikan ketersediaan stok pangan, serta melakukan langkah cepat apabila terjadi gejolak harga di lapangan,” ujar Agus.

Menurutnya, berbagai program pengendalian inflasi yang telah berjalan harus terus dilanjutkan dan diperkuat. Di antaranya pasar murah, gerakan pangan murah, penetrasi pasar, serta monitoring distribusi pangan.

ADVERTISEMENT

“Kita ingin masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan pasokan tetap tersedia. Karena itu, seluruh upaya pengendalian inflasi harus terus dijalankan secara konsisten,” tegasnya.

Sepanjang 2026, Pemerintah Kabupaten Tanggamus telah menjalankan berbagai strategi pengendalian inflasi. Di antaranya penyusunan roadmap TPID, high level meeting, gerakan pangan murah, bazar pasar murah, operasi pasar LPG bersubsidi, monitoring distribusi BBM, penyusunan neraca pangan, hingga penetrasi pasar di sejumlah kecamatan.

Melalui rapat TPID tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, serta mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama menjelang momentum tertentu yang berpotensi meningkatkan permintaan masyarakat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™