Banner Top Up Produk Digital
BeritaLampung Selatan

ASDP Resmi Terapkan Sterilisasi Pelabuhan di Enam Pelabuhan Utama

24
×

ASDP Resmi Terapkan Sterilisasi Pelabuhan di Enam Pelabuhan Utama

Sebarkan artikel ini
ASDP Resmi Terapkan Sterilisasi Pelabuhan di Enam Pelabuhan Utama

TINTA INFORMASI, LAMPUNG SELATAN – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menerapkan program Sterilisasi Pelabuhan secara penuh di enam pelabuhan utama di Indonesia, termasuk Pelabuhan Bakauheni, Rabu (5/8/2026). Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem keselamatan, meningkatkan ketertiban operasional, serta menghadirkan layanan penyeberangan nasional yang semakin modern dan profesional.

Selain Pelabuhan Bakauheni, implementasi program juga berlangsung serentak di Pelabuhan Merak, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar. Pelaksanaan serentak itu menandai dimulainya babak baru transformasi pengelolaan pelabuhan yang berorientasi pada keamanan, efisiensi, serta kenyamanan seluruh pengguna jasa.

Scroll Untuk Baca Artikel
ADVERTISEMENT

Program tersebut merupakan puncak dari proses persiapan yang telah dimulai sejak soft launching pada 20 Juli 2026. Selama masa transisi, PT ASDP Indonesia Ferry bersama regulator dan berbagai pemangku kepentingan menyempurnakan mekanisme operasional, memperluas sosialisasi kepada pengguna jasa maupun pelaku usaha, serta memperkuat koordinasi lintas instansi agar implementasi berjalan optimal sejak hari pertama.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan bahwa program Sterilisasi Pelabuhan bukan hanya sebatas penataan kawasan fisik. Sebaliknya, program tersebut menjadi transformasi budaya kerja yang menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayanan.

Baca juga:  Banggakan Satuan, Prajurit Yonif 7 Marinir Raih Juara 3 Dalam Lomba Menembak Perbakin Lampung Selatan

“Hari ini menjadi tonggak penting transformasi layanan penyeberangan nasional. Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan kawasan, melainkan perubahan budaya operasional yang memastikan setiap aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai standar. Kami percaya pelabuhan yang aman akan melahirkan perjalanan yang nyaman, operasional yang semakin andal, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan,” ujar Heru Widodo.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa pada hari pertama implementasi, seluruh pengendalian kawasan pelabuhan berjalan sesuai rencana. ASDP menerapkan pengaturan akses yang lebih tertib, memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung operasional, menata aktivitas di area pelabuhan, serta memperkuat pengawasan melalui sinergi bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun budaya operasional yang lebih disiplin. Dengan demikian, setiap aktivitas di kawasan pelabuhan dapat berlangsung sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang telah ditetapkan.

Di Pelabuhan Merak, ASDP memfokuskan implementasi sterilisasi melalui penataan kawasan secara menyeluruh. Perusahaan menertibkan aktivitas di area operasional, mendata ulang seluruh pihak yang beraktivitas di pelabuhan, menata pedagang menggunakan identitas resmi, serta memperkuat fasilitas pengawasan.

Baca juga:  UPTD Puskesmas Rawat Inap Ketapang Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Musrenbang

Selanjutnya, penerapan One Gate System (OGS) semakin memperkuat pengendalian akses keluar masuk kawasan pelabuhan. Sementara itu, penggunaan Automatic Gate System berhasil memangkas waktu pelayanan kendaraan truk dari sekitar 10 hingga 15 menit menjadi hanya 1 sampai 2 menit. Efisiensi tersebut diharapkan mampu mempercepat arus logistik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Sementara itu, Pelabuhan Bakauheni memperkuat implementasi Sterilisasi Pelabuhan melalui penataan jalur lalu lintas kendaraan, pembangunan kantong parkir khusus roda dua, penyempurnaan rambu-rambu serta media informasi, hingga optimalisasi sistem pengendalian akses. Langkah tersebut bertujuan menciptakan arus kendaraan yang lebih tertib sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jasa selama berada di kawasan pelabuhan.

Di lintasan Ketapang-Gilimanuk, ASDP memusatkan implementasi pada peningkatan kepatuhan operasional. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi intensif kepada seluruh pemangku kepentingan, pengawasan penggunaan alat pelindung diri (APD), patroli gabungan secara berkala, serta penerapan sistem akses berbasis zonasi sehingga area operasional hanya dapat dimasuki petugas yang memiliki tugas dan kewenangan.

Kemudian, di Pelabuhan Kayangan dan Pelabuhan Lembar, implementasi Sterilisasi Pelabuhan diperkuat melalui penggunaan teknologi Face Recognition sebagai sistem pengendalian akses. Selain itu, ASDP juga melakukan penyematan APD secara simbolis kepada perwakilan stakeholder serta meninjau langsung kawasan steril sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pelabuhan yang aman, tertib, modern, dan profesional.

Baca juga:  Dugaan Pungli Merajalela di Pelabuhan Merak
ADVERTISEMENT

Melalui implementasi serentak di enam pelabuhan utama tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berharap dapat membangun standar baru dalam pengelolaan pelabuhan nasional. Tidak hanya meningkatkan keselamatan dan keamanan, program Sterilisasi Pelabuhan juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan Indonesia sekaligus mendukung terciptanya sistem transportasi yang semakin efisien, andal, dan berkelanjutan. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PoweredBy:Neverhide™